Sinergi Prodi Komunikasi Universitas Pertamina dalam Meningkatkan Mutu Mahasiswa

Kata investasi seakan-akan menjadi perbincangan hangat di benak masyarakat luas. Investasi juga kian menjamur dan diminati oleh berbagai kalangan. Kita ketahui bahwa investasi itu identik tentang nominal, nilai material, bahkan uang. Akan tetapi, ada salah satu investasi yang tidak dapat terbayarkan harganya yaitu pendidikan. Pendidikan dapat dikatakan termasuk ke dalam investasi terbaik bagi umat manusia ataupun layak untuk mendapat gelar terbaik, sebab pendidikan melahirkan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan inilah yang memiliki value mutlak ‘’priceless’’. Kemudian, tidak ada satu orang pun dapat merenggut ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh seorang individu. Pendidikan era kini bahkan sebagai kebutuhan dasar yang menjadi faktor penopang untuk perkembangan jenjang karir seseorang. Itulah alasan mengapa pendidikan menjadi hal penting dan masyarakat berlomba-lomba untuk mendapatkan tempat yang terbaik serta berkualitas. 

Berkenaan dengan hal tersebut, Universitas Pertamina hadir dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan kesejahteraan pendidikan dan mempersiapkan investasi terbaik masa depan. Universitas Pertamina atau akrab disapa dengan UP berdiri pada Februari 2016. UP melahirkan program studi unggulan bagi mahasiswa yang semangat untuk mencerahkan masa depan. Salah satu program studi yang hadir yaitu program studi Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Diplomasi. Mari secara lebih lanjut kita berkenalan dengan program studi ini.

Lebih dekat dengan Prodi Komunikasi Universitas Pertamina

Seiring berdirinya Universitas Pertamina pada tahun 2016, Program Studi Komunikasi terbentuk sebagai komitmen Universitas Pertamina dalam mencerahkan dunia pendidikan dan menjawab tantangan dunia. Melihat bahwa semakin berlomba-lombanya tataran kehidupan dan sektor industri tenaga kerja. Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina, dirancang untuk siap terjun langsung bekerja secara profesional dan berintegritas pada dunia kerja. Prodi Komunikasi Universitas Pertamina tentunya tidak sama dengan prodi Komunikasi lainya, melainkan Komunikasi U mempunyai ciri khas atau identitasnya sendiri. Beberapa identitas prodi Komunikasi UP, akan dipaparkan sebagai berikut:

  1. Akademisi (Tenaga Didik) dan Kurikulum

Ketika mengemban pendidikan, mahasiswa prodi Komunikasi UP diajarkan pemahaman dan pengetahuan oleh praktisi maupun akademisi yang profesional. tenaga didik pun berasal dari latar belakang yang tidak diragukan lagi karena berasal dari lulusan terbaik Universitas Nasional maupun Internasional. Tenaga didik juga berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan pengajaran, pemahaman pengetahuan, pengembangan skill, dan pembentukan karakter kepada mahasiswa agar dapat bertarung mewujudkan cita-cita yang ingin dicapai.

Sejalan dengan identitas dari Universitas Pertamina sendiri yang merupakan Universitas Berbasis Energi, maka penerapan kurikulum prodi Komunikasi pun terbentuk sesuai dengan ideologi yang dianut oleh Universitas. Adapun yang menjadi ciri khas dan keunikan dari prodi Komunikasi UP yaitu berfokus pada metode pembelajaran yang mengarah pada pengelolaan risiko dan krisis komunikasi perusahaan dan lingkungan sosial. Lalu, Komunikasi UP  juga fokus untuk meningkatkan rasa mandiri dari mahasiswa untuk berani menciptakan seta mengembangakn kompetensi seperti kegiatan berorganisasi, pengembangan pengetahuan berskala Nasional maupun Internasional, pengembangan kompetensi (akademis maupun non akademis), penciptaan karya, dan kegiatan pengabdian masyarakat. Program Studi Komunikasi Pertamina secara penuh mendukung mahasiswa mereka untuk aktif, kreatif, adaptif sebagai ‘’Global Leader’’ masa depan.

(Seluruh informasi tentang profil Universitas dan prodi Komunikasi UP diakses dari https://universitaspertamina.ac.id/)

2. Penggunaan Buku Pengantar berbahasa Inggris 

Tidak dapat dipungkiri bahwa kebutuhan untuk aktif berbahasa Inggris sangat dibutuhkan di dunia profesional. Bahasa Inggris sendiri penting karena dapat membantu perjanjian organisasi sehingga perusahaan di dunia professional untuk terhubung dan dapat bekerjasama hingga bertransaksi dengan pihak lain di luar negeri. Pada Prodi Komunikasi Universitas Pertamina sendiri mulai dari semester satu hingga semester terakhir, mahasiswa dihadapkan buku yang mayoritas berbahasa Inggris. Misalnya beberapa buku yang digunakan dari penulis Internasional seperti Alan Bryman, John W. Creswell, Lawrence Neuman, Norman K. Denzin dan berbagai peneliti internasional di bidang ilmu sosial. 

Efek dari penggunaan buku bahasa Inggris adalah pemahaman yang lebih luas karena contoh penerapan teori dalam buku merupakan contoh internasional, dimana mahasiswa dapat membayangkan situasi yang dijelaskan didalam buku. Selain itu, buku berbahasa Inggris yang bersifat Internasional juga dapat bermanfaat untuk membantu mahasiswa yang hendak berencana untuk melanjutkan jenjang pendidikan, setelah lulus dari Universitas Pertamina. Buku berbahasa Inggris yang dibahas dalam pengajaran di dalam kelas, merupakan buku yang berlaku secara Internasional dan kemungkinan besar akan dibahas pada kampus lanjutan di luar negeri.

3. Diajarkan Langsung oleh Praktisi atau Dosen Tamu

Dalam memberi pandangan terhadap dunia profesional Prodi Komunikasi Universitas pertamina memberikan pengajar praktisi langsung. Salah satunya adalah Agus Mashud S. Asngari  yang merupakan direktur utama Pertamina Foundation atau yang biasa disingkat PF. Direktur PF sendiri mengisi beberapa mata kuliah di Prodi Komunikasi Universitas pertamina, salah satunya mata kuliah Komunikasi Krisis, merupakan hal yang biasa ditangani secara langsung sebagai direktur utama PF. Oleh karena itu Direktur Utama PF dapat memberikan contoh dan pandangan penerapan teori yang dipelajari di kelas, apa yang harus dilakukan dan dilalui sebagai praktisi komunikasi. Selain itu beberapa dosen tamu qualified secara rutin mengisi kelas untuk memberikan pandangan dunia profesional kepada mahasiswa. 

Kedekatan Lingkup Prodi 

  1. Relasi Dosen dengan Mahasiswa

Prodi Komunikasi Universitas Pertamina menekankan budaya profesionalisme, dimana mahasiswa dengan dosen dapat dirasakan relasi antar individu merupakan relasi berbentuk rekan atau partner dimana posisi mahasiswa seperti rekan yang sedang diarahkan dan dibimbing. Hal tersebut, tidak terlepas dari usia pengajar yang tergolong muda dan tidak ada jarak yang terlalu jauh untuk berkomunikasi dengan lancar. Misalnya, melakukan konsultasi mengenai apa yang dipelajari, hingga apa yang perlu dilakukan kedepannya oleh mahasiswa yang pada dasarnya telah tertuang pada visi-misi Universitas Pertamina.

Potret keakraban antara Mahasiswa Komunikasi dengan Dosen Komunikasi UP

dalam ‘’Teater Galih & Ratna pada 26 April 2019. Sumber: Dokumentasi Tim @theatergalihratna

2. Relasi Mahasiswa antar Angkatan

Hubungan bak rekan antara mahasiswa dengan dosen diwariskan pada relasi mahasiswa antar angkatan, tidak ada tindakan senioritas yang bersifat kekerasan verbal maupun fisik, semua dilakukan berdasarkan asas profesionalisme. Pada kenyataanya, perdebatan dan perselisihan karena perbedaan pendapat dan idealisme pasti terjadi. Begitu juga antar angkatan misal dalam konteks sidang maupun rapat organisasi yang dibawahi prodi seperti Himpunan mahasiswa, perdebatan dan perselisihan tidak terjadi karena masalah pribadi, namun perbedaan pengalaman, pendapat dan sesuatu yang diperjuangkan. 

Potret Kehangatan dan kedekatan Mahasiswa Komunikasi antar angkatan

Sumber: (https://www.instagram.com/p/CBFSnl8Bl_R/?utm_source=ig_web_copy_link )

Kembali lagi kepada hal tersebut dilakukan karena mengedepankan profesionalitas dan didasari argumen, data, dan fakta yang jelas. Pada akhirnya, bentuk perselisihan tersebut dan saat penerapanya di lapangan, tidak terkait dengan senioritas, berbentuk kekerasan, maupun dominasi hirarkis.

Fasilitas Pendukung Prodi Komunikasi

Program Studi Komunikasi menekankan sistem pembelajaran kepada mahasiswa dengan berbasis active learning, critical thinking, creative problem solving hal ini perlu didukung dengan adanya fasilitas yang memadai dan dapat mendukung perkuliahan secara penuh kepada mahasiswa prodi komunikasi. Bimbingan penuh diberikan oleh dosen komunikasi melalui mata kuliah yang strategis dalam menjawab permasalah yang ada di sekitarnya seperti bimbingan mata kuliah Bisnis Berbasis Digital, Komunikasi Kenergian, Komunikasi Risiko dan Krisis dan Public Relations Sebagai mata kuliah unggulan yang dimiliki oleh Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina.  

Fasilitas Penunjang Program Studi Komunikasi

Sumber : https://comm.universitaspertamina.ac.id/?page_id=8819 

  1. Fasilitas Lab

Fasilitas Lab Prodi Komunikasi Universitas Pertamina secara penuh mendukung kegiatan mahasiswa dalam mengasah keterampilan pengambilan video dan audio, seperti tayangan berita dan siaran radio.

2. Kamera

Fasilitas Lab Prodi Komunikasi didukung dengan adanya sarana pengambilan video seperti kamera Panasonic Full HD MDH2 Berjumlah tiga buah, dan dilengkapi dengan Green Screen yang secara prakteknya dapat mendukung mahasiswa prodi komunikasi dalam pengambilan video berita. Kamera Panasonic Full HD MDH2 memiliki kegunaanya masing-masing kamera yang berada di sisi kiri dan kanan memiliki kegunaan untuk mengambil video dari perspektif yang berbeda sedangkan kamera tengah digunakan sebagai kamera utama dan dipasangkan teleprompter sebagai alat bantu baca pembawa acara berita. 

Sumber : Dokumentasi Pribadi (Kegiatan Praktikum Pengenalan Dasar-Dasar Pengoperasian Kamera

pada Mata Kuliah Dasar-Dasar Jurnalistik, Mahasiswa Komunikasi UP 2018)

3. Lightning

Dalam mendukung pencahayaan dalam pengambilan acara berita Lab Prodi Komunikasi dilengkapi dengan Pencahayaan yang dipasang pada Plafon Studio sejumlah 10 buah digunakan untuk memberikan cahaya lebih pada objek secara langsung sedangkan Pencahayaan Bawah dipasang pada stand lampu digunakan untuk menambah pencahayaan sesuai dengan sudut pandang kamera. 

4. Audio

Lab Prodi Komunikasi Universitas Pertamina juga memiliki sarana pendukung lainnya seperti Boom Pole dengan panjang hingga 3 meter dengan dilengkapi microphone shotgun yang mampu merekam kualitas suara dengan lebih baik sehingga membantu hasil akhir dari pengambilan video berita. Sarana Audio lainnya dimiliki Prodi Komunikasi Universitas Pertamina yaitu Transmitter dan Receiver wireless digunakan untuk mengirim sinyal audio secara langsung dari Transmitter kepada Receiver  atau pembawa acara berita. 

5. Master Room Control

Lab Komunikasi Universitas Pertamina juga dilengkapi dengan master control room yang merupakan bagian penting dalam mengatur proses syuting dan pengambilan video lain nya. Master Control Room Prodi Komunikasi Universitas Pertamina dilengkapi dengan Sound Mixer sebagai sarana yang digunakan oleh mahasiswa untuk memadukan setiap audio sehingga memiliki hasil akhir yang lebih baik. Master Control Room Prodi Komunikasi Universitas Pertamina juga dilengkapi dengan Perangkat Komputer yang digunakan oleh mahasiswa sebagai sarana melakukan pengeditan setelah pengambilan dengan dilengkapi Aplikasi yang mumpuni dalam mendukung pengeditan video seperti Aplikasi Adobe Premiere Pro, Adobe After Effects sehingga memiliki hasil video yang lebih baik. 

Master Room Control Prodi Komunikasi Universitas Pertamina juga memiliki ruangan yang khususnya untuk pengambilan audio atau on air yang digunakan oleh mahasiswa prodi komunikasi Universitas Pertamina sebagai sarana Penyiaran radio dan juga Podcast yang terkoneksi secara dengan control room radio.  

Budaya di Lingkungan Komunikasi UP

Prodi Komunikasi Universitas Pertamina memiliki keberagaman budaya di dalamnya, hal ini disebabkan karena Dosen dan Mahasiswa Prodi Komunikasi memiliki latar budaya yang berbeda satu dan lainnya hal ini tentunya menjadikan prodi komunikasi sangat menjunjung tinggi toleransi pada setiap dosen dan mahasiswanya. Keberagaman budaya yang ada di Prodi Komunikasi secara utuh menghasilkan Induk Budaya yang disepakati bersama antara dosen dan Mahasiswa hal ini tentunya menjadi wajah baru Prodi Komunikasi sebagai Program Studi yang memiliki keberagaman di dalamnya. 

  1. Budaya Profesionalisme

Budaya senioritas, kekerasan dan diskriminasi hirarkis seakan sudah melekat di segala organisasi pendidikan di Indonesia terutama kegiatan rutin saat penerimaan mahasiswa baru atau yang biasa disebut ospek.  Senioritas seakan menjadi budaya rutin dan selalu booming tiap tahun-nya seperti yang dikuti dari Kompas.com kejadian dimana mahasiswa baru dibentak karena tidak memakai ikat pinggang yang viral di media sosial pada September 2020. Lain dari kasus tersebut tersebut di Prodi Komunikasi Universitas Pertamina tidak pernah terdengar sekalipun kekerasan berdasarkan senioritas dan diskriminasi hirarkis karena pada lingkungan.

2. Budaya Tepat Waktu

Sebagai negara yang termasuk penganut budaya timur dimana mayoritas masyarakatnya menganggap waktu merupakan komoditas yang tidak terbatas. Sering kali waktu disepelekan, namun pada budaya profesional keterlambatan se-sedikit apapun dapat menimbulkan ancaman hingga kerugian luar biasa. Pemahaman itulah yang Prodi Komunikasi Universitas Pertamina upayakan untuk diubah dengan cara memberi pemahaman dengan dipraktekkan langsung di lapangan. Dengan kata lain, budaya tepat waktu adalah salah satu yang Prodi Komunikasi Universitas Pertamina tanamkan pada setiap mahasiswanya mulai dari jam masuk kelas, tenggat pengumpulan tugas, hingga tenggat pengumpulan ujian.  Penetapan budaya tepat waktu diaplikasikan secara maksimal baik secara luring maupun daring. Setiap keterlambatan dalam aspek apapun tidak dapat ditolerir apapun alasannya. Misalnya, keterlambatan tenggat mengumpulkan tugas akan dikenakan sistem pengurangan poin sebesar 20-30%, bahkan tidak dinilai sedikitpun. Bila ada yang terlambat, maka akan ditindak tegas. Hal ini bertujuan untuk mendisiplinkan mahasiswa agar sejak dini sudah belajar makna profesionalitas, dengan begitu perubahan pandangan mahasiswa akan waktu berubah.

3. Rasakan Dunia Kerja dengan Field Trip

Mahasiswa merupakan pribadi yang terus maju, berambisi, dan haus akan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan tidak hanya berbentuk teori, melainkan harus diseimbangkan dengan kerja praktek lapangan. Bagi Universitas Pertamina khususnya program studi Komunikasi, kegiatan praktek menjadi hal penting untuk mendukung perkembangan karir. Dalam mewujudkan rasa tanggung jawab universitas kepada mahasiswa, maka prodi Komunikasi UP menghadirkan Fieldtrip. Fieldtrip merupakan kegiatan kunjungan lapangan ke industri media maupun instansi pemerintahan. Kunjungan ini bertujuan supaya mahasiswa komunikasi dapat secara langsung merasakan sebagai pekerja di sebuah perusahaan. Tak hanya itu, mahasiswa mendapatkan banyak ilmu pengetahuan baru nan seru yang tidak didapatkan di bangku perkuliahan dan hanya dapat dirasakan saat menginjakkan langkah untuk terjun langsung di lapangan.

Sumber : Dokumentasi Pribadi (Kunjungan Studi Mahasiswa Komunikasi 2018

ke Corporate Communication PT Angkasa Pura II (Persero) dalam mata kuliah Public Relations)

Melalui kunjungan industri inilah, mahasiswa dapat merasakan euforia yang luar biasa ketika merasakan secara langsung sistem kerja, mempelajari iklim, budaya organisasi, dan berkecimpung langsung mempelajari kiat-kiat dunia kerja bersama ahli dibidangnya.

Bertumbuh bersama Organisasi Prodi HIMAKOM UP

Duduk di bangku perkuliahan dan menjadi seorang mahasiswa, menjadikan diri untuk semakin dewasa baik secara berpikir maupun memimpin. Tentunya, kedewasaan ada dari proses belajar secara perlahan dan bertahap. Senada dalam membantu mahasiswa untuk bertumbuh pada proses pendewasaan diri, Universitas Pertamina menunjang mahasiswanya untuk aktif berorganisasi. Mungkin bagi sebagian orang menganggap bahwa berorganisasi adalah hal yang melelahkan, hanya membuang waktu saja, dan tidak bermanfaat secara signifikan. Berlawanan dengan hal tersebut, Universitas Pertamina merasa menjadi suatu tugas dan tanggung jawab mereka untuk menciptakan mahasiswa yang tidak hanya pintar di bidang akademis dan nonakademis, tetapi harus diimbangi dengan kemampuan untuk aktif 

Pihak Universitas mewajibkan mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dalam Unit Kegiatan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa, kegiatan pengabdian masyarakat, kegiatan seminar, maupun organisasi internal dan eksternal lainnya. Nantinya, ketika mahasiswa aktif mengikuti kegiatan organisasi maka mahasiswa akan mendapatkan nilai PEM. Nilai PEM merupakan sistem poin sebagai syarat pendukung kelulusan dan penerapan PEM kepada mahasiswa berjumlah 2.300 poin. Terbentuknya kewajiban berorganisasi dan ditetapkannya PEM bertujuan agar tidak menjadi kupu-kupu (mahasiswa kuliah-pulang), melainkan dibentuk menjadi individu yang berjiwa Global Leader. Melalui adanya organisasi, mahasiswa UP diharapkan semakin aktif dan adaptif dalam menjawab tantangan global sebagai generasi penerus bangsa.

  1. peranan HIMAKOM UP

Aktif berorganisasi? Ada manfaatnya? Sebelum lebih jauh berbicara manfaat dalam berorganisasi, ada beberapa hal yang perlu diketahui sebelum menginjak organisasi dalam perkuliahan. Pertama, pastikan kamu telah menetapkan tujuan dalam mengikuti organisasi. Tujuan yang dicapai yaitu apa sekedar ingin mengisi waktu luang, lebih produktif, melatih jiwa bekerja sama (team work), meningkatkan softskill, maupun menambah relasi. Setelah menetapkan tujuan, pastikan juga bahwa kamu dapat bijaksana untuk mengatur waktu (time management) dan menentukan skala prioritas. Jangan sampai, tujuan awalmu untuk berkuliah malah bergeser dengan berorganisasi. Selanjutnya, ketika kamu siap untuk menetapkan tujuan, kita berangkat untuk mengetahui manfaat apa yang didapatkan dalam berorganisasi melalui hadirnya Himpunan Mahasiswa Komunikasi HIMAKOM UP.

Seiring dengan ditetapkannya kewajiban berorganisasi, maka Himpunan Mahasiswa Komunikasi Universitas Pertamina (HIMAKOM UP) hadir menjawab kebutuhan mahasiswa komunikasi yang haus akan kegiatan kepemimpinan. HIMAKOM Universitas Pertamina senada universitas yang membuat peraturan tentang keikutsertaan mahasiswa dalam organisasi adalah salah satu syarat kelulusan. Peraturan seperti ini bagaikan dua sisi koin, di satu sisi peraturan ini dianggap sebagai paksaan. Namun, disisi lain peraturan ini dapat memberikan dampak positif karena semua mahasiswa akan aktif berorganisasi. Adapun manfaat yang didapatkan dengan bergabung bersama HIMAKOM UP diantaranya:

A. Belajar bekerjasama, memperkaya ilmu, dan pengalaman

Pada HIMAKOM UP, terdapat susunan kepengurusan dan pembagian jobdesk organisasi. Nantinya, setiap pergantian semester akan dibentuk jajaran kepengurusan. Dalam HIMAKOM, terdapat jabatan yang beraneka ragam dan sama seperti ketika berada industri pekerjaan. Oleh karena itu, jika bergabung dalam kepengurusan maupun keanggotaan HIMAKOM maka secara langsung merasakan pengalaman berorganisasi secara kerja nyata. Bergabung dengan HIMAKOM UP pun mengajarkan mahasiswa untuk mengasah jiwa kepemimpinan, keterampilan, kemampuan kerjasama. 

B. Peningkatan soft skill: Berbagai program dan kegiatan yang diadakan oleh HIMAKOM UP untuk menunjang produktivitas dan kreativitas mahasiswa Komunikasi UP. Adapun program yang diadakan yaitu COMMCAST (Communication Podcast). COMMCAST merupakan salah satu produk dari HIMAKOM UP yang berisi tentang produksi konten penyiaran yang membahas isu-isu terkini dari kacamata komunikasi. Program COMMCAST juga menggunakan sumber daya penyiar dari mahasiswa Komunikasi. Lalu, program dapat langsung diakses dan didengar melalui platform Spotify.

Sumber: Dokumentasi @himakom.up 

(https://www.instagram.com/stories/highlights/17858734663546430/)

C. Emotional intelligence: Adanya pembentukan kepengurusan yang berasal dari tingkatan tahun yang berbeda dan berbeda pula karakteristik seseorang. Maka, bersama HIMAKOM mengajarkan yang namanya mengendalikan emosi dan bersikap profesional ketika bekerjasama dengan partner kerja,

D. Networking: Berasal dari angkatan yang berbeda, membuat keanggotaan ada dalam jumlah banyak, sehingga dengan bergabung bersama HIMAKOM UP kita dapat menambah relasi secara lebih luas. Mahasiswa dapat mengenal satu sama lain tanpa memandang senior maupun junior.

HIMAKOM UP juga turut berkontribusi dan mengukir sejumlah prestasi yang disumbangkan kepada prodi Komunikasi dan Universitas Pertamina. Diharapkan, semakin banyak prestasi dan karya yang dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan oleh mahasiswa Komunikasi di masa yang akan datang. Program Studi Komunikasi sangat menjunjung tinggi integritas bagi setiap Dosen dan Mahasiswanya hal ini dilakukan untuk Mewujudkan Program Studi Komunikasi Universitas Pertamina kearah yang lebih baik. 

Kontributor Karya:

  1. Irfan Doholio. (106118001)
  2. Christy Mega Ledi Situmorang (106118008)
  3. Asyam Ahmad (106118038)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: