Ilmu Komunikasi Universitas Pertamina Sebagai Pendorong Perluasan EBT (Energi Baru Terbarukan)

Sejak didirikan pada tanggal 1 Februari tahun 2016, Universitas Pertamina telah mampu memperoleh sejumlah pencapaian dan prestasi. Diantaranya adalah kerjasama yang dilakukan  Universitas Pertamina dengan industri, pemerintahan, asosiasi, perguruan tinggi dalam negeri maupun luar negri yang diperuntukan untuk melakukan pertukaran pelajar (student exchange), sampai dengan kontribusi langsung dalam penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT) seperti penggunaan panel surya dan pembangkit listrik tenaga angin. Prestasi Universitas Pertamina pada kompetisi akademik maupun non-akademik sesuai dengan bidang keahlian yang tersedia di Universitas Pertamina. Berbagai pencapaian tersebut dilakukan guna memenuhi visi universitas pertamina untuk menjadi world class university dan diharapkan terus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Universitas Pertamina Terbagi dalam 6 fakultas yaitu Fakultas Teknologi Industri (FTI UP)  FTI UP mempunyai 4 program studi yaitu Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Teknik Logistik. Fakultas Sains dan Ilmu Komputer mempunyai 2 program studi yaitu studi Ilmu Komputer dan Ilmu Kimia. Fakultas Perencanaan mempunyai 2 program yaitu Teknik Sipil dan Teknik Lingkungan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis mempunyai 2 program studi yaitu Management dan Ekonomi. Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi, memiliki 3 program studi, yaitu Teknik Geofisika, Teknik Geologi, dan Teknik Perminyakan. Dan Fakultas Komunikasi dan Diplomasi yang memiliki 2 program studi yaitu Hubungan Internasional dan Ilmu Komunikasi.

Dari semua program studi tersebut mempunyai ciri khas masing-masing, salah satu fokus pembahasan pada artikel ini adalah Fakultas Komunikasi dan Diplomasi yaitu program studi Ilmu Komunikasi. Berfokus pada bidang komunikasi bisnis energi, Ilmu Komunikasi di Universitas Pertamina tidak hanya menekankan pada kemampuan learning skill mahasiswa, tetapi juga fokus pada pembangunan karakter melalui kegiatan workshop dan perkuliahan yang berdasarkan pemenuhan core competency di bidang bisnis energi, pengayaan kemampuan memimpin (leadership skill), dan pemberian pengetahuan cara berpikir (thinking skill) melalui mata kuliah. Program studi Ilmu Komunikasi Universitas Pertamina dirancang untuk menghasilkan lulusan tenaga profesional, baik sebagai praktisi maupun akademisi yang dapat bersaing dan memberikan solusi terhadap persoalan industri maupun sosial. Selain itu ciri khas dari segi kurikulum pun mendukung proses pembelajaran yang sangat dekat dengan kasus-kasus yang terjadi di industri energi.

Dalam program studi ilmu Komunikasi Universitas Pertamina memiliki keunggulan diantaranya kurikulum yang digunakan berstandar nasional dan mengacu pada praktik akademik nasional. Hal tersebut guna menunjang kinerja yang dapat berbasis di industri nasional dan internasional sesuai dengan kebutuhan industri, baik di PT Pertamina Persero atau pun industri lainnya. Mahasiswa juga diberi persiapan dan arahan agar dapat mengendalikan team, perusahaan, atau bahkan industri di masa krisis dengan mata kuliah yang beraspek berpikir kritis dan  berpikir solusi kreatif, sehingga mahasiswa dapat berperan aktif untuk menjadi pribadi yang kritis. Melalui pembelajaran yang rutin mahasiswa mahasiswa juga dapat mendalami bidang keilmuannya dan berkenalan dengan dunia kerja melalui paparan para praktisi dari sektor industri terkait. Untuk dapat memaksimalkan keaktifan dalam Universitas Pertamina, pembelajaran tidak hanya dilakukan didalam kelas. Mahasiswa juga akan diarahkan dan diminta untuk terjun secara langsung kedalam industri dengan kegiatan kunjungan ke perusahaan terkait, fieldtrip, dan kerja praktek di sektor industri yang relevan. setelah mahasiswa mendapatkan pembelajaran dasar terkait dengan program studi, mahasiswa dapat memilih fokus studi apakah yang ingin diambil sesuai dengan kemampuan yang telah dimiliki. Fokus studi terbagi dalam 2 yaitu management media dan komunikasi strategis guna memenuhi kebutuhan kinerja di industri,

Dalam mendorong kemajuan dan perkambanganpergerakan EBT (Energi Baru Terbarukan) Program studi Komunikasi Universitas Pertamina berupaya menerapkan pembelajaran pendidikan terkait dengan EBT pada setiap semesternya. Upaya ini dilakukan untuk dapat mengasah pengetahuan dan kemampuan mahasiswa Komunikasi untuk dapat memahami dan berkontribusi secara penuh untuk mengkomunikasikan EBT kepada masyarakat, hal ini juga ditanamkan oleh Universitas untuk membentuk bibit unggul yang dapat bersaing dengan di dalam dunia pekerjaan dalam bidang keenergian. Sehingga Universitas Pertamina tidak memfokuskan bidang keenergian sebagai pendorong EBT ini hanya pada program studi teknik saja, melainkan juga memberikan arahan dan pengetahuan kepada program sosial seperti Prodi Komunikasi.

Tentunya pemberian arahan pada prodi Komunikasi kepada bidang keenergian memberikan frame yang khas terlebih lagi Universitas Pertamina salah satu kampus swasta dengan jalur kategori BUMN dan PT Pertamina Persero merupakan salah satu jalur yang bergerak dalam bidang keenergian yang paling dipercaya di Indonesia. Hal ini menjadi salah satu ciri khas prodi Komunikasi, Universitas Pertamina juga memberikan berbagai macam program keenergian yang dapat membantu perkembangan mahasiswa melalui mata kuliah Komunikasi Keenergian, Komunikasi Krisis dan Risiko, Pengantar Teknologi dan Bisnis Energi, Dasar-dasar Komunikasi Strategis dan Proyek Multi Disiplin. Mata kuliah ini menjadi landasan dasar dalam memberikan pemahaman dan praktik mahasiswa Komunikasi untuk dapat melahirkan lulusan Komunikasi khususnya dalam bidang Komunikasi Strategis agar bisa mendorong kebutuhan informasi dan sosialisasi kepada lembaga dan masyarakat terhadap Energi Baru Terbarukan.

Baru-baru ini juga Fakultas Komunikasi dan Diplomasi membuat acara Public Showcase yang sangat menarik yaitu “IMIS (Indonesia Millennial In Sustainability) 2021” yang merupakan kolaborasi dari program studi Komunikasi dan Hubungan Internasional untuk dapat mendorong Energi Baru Terbarukan. Acara yang mengusung tema yaitu “The Role of Youth In Reforming The SDGs” acara SDGs ini merupakan salah satu bentuk pendorongan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan, yang memiliki 17 tujuan pembangunan khusus dan 169 target capaian yang telah diukur dan dibentuk oleh PBB. Studi Komunikasi sangat berperan aktif dalam penyampaian Energi Baru Terbarukan salah satunya melalui acara ini yang digerakan oleh Mahasiswa/i Fakultas Komunikasi dan Diplomasi melalui mata kuliah Proyek Multi Disiplin.

Dari ke 17 tema tersebut terdapat pendorong Energi Baru Terbarukan melalui tujuan no 7 yaitu Energi Bersih dan Terjangkau, dilansir dari Kementerian PPN/Bappenas tujuan SDGs no 7 ini sebagai menjamin akses energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan dan modern untuk semua. Sehingga dari tujuan ini masyarakat perlu untuk diberikan pemahaman bahwa energi terbarukan ini perlu dijalankan dengan efisien, terbarukan dan berkelanjutan. Dengan menghadirkan pembicara yang sangat berbobot dan ahli terhadap bidangnya acara ini berjalan dengan lancar dan sesuai rencana, ada pula pembicara yang didatangkan yaitu :

  1. Dr. Dian Triansyah Djani, SE, MA  (Duta Besar/Wakil Tetap RI  di PBB New York 2016-2021)
  2. Taufan Teguh Akbari PH.D (Chairman Millenial Berdaya Nusantara Foundation dan Wakil Rektor 3 LSPR)
  3. Arya Dwi Paramita (VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero))
  4. Dyah Nastiti K. Makhijani SH, MBA (Asiaten Gubernur, Kepala Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola Bank Indonesia)
  5. Dr. Ir Hetifah Sjaifudian, MPP (Wakil Ketua Komisi X DPR)

Dari acara yang telah terselenggara dan dihadiri lebih dari 250 partisipan ini diharapkan Fakultas Komunikasi dan Diplomasi terus serta merta melakukan pergerakan dalam pembangunan keenergian. Tidak hanya itu program studi Komunikasi juga dalam pembelajaran Komunikasi Krisis dan Risiko berperan aktif untuk dapat mengkomunikasikan informasi, ide, permasalahan dan solusi secara efektif sehingga dapat memberikan gambaran terkait dengan EBT (Energi Baru Terbarukan) dari aspek Komunikasi Strategis dalam konteks krisis dan risiko. Mata kuliah Komunikasi Krisis dan Risiko dipegang oleh Dr. Farah Mulyasari yang juga sebagai PLT Dekan Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina, mata kuliah ini juga bekerjasama dengan Pertamina Foundation dimana separuh dari jadwal perkuliahan tersebut diisi oleh Direktur Utama Pertamina Foundation yaitu bapak Agus Mashud S. Asngari. Dengan mendorong program CSR terhadap Proyek Inovasi Energi Baru Terbarukan dan juga dikemas dengan berbagai program serta acara menarik lainnya.

Dengan pendorongan dan juga pemahaman yang telah didapatkan terkait dengan Energi Baru Terbarukan perwakilan dari mahasiswa Komunikasi yaitu Alyza Asha W dan M Ilham Akbar yang merupakan Ketua dan Wakil Ketua dari Organisasi Himpunan Mahasiswa Komunikasi berhasil dalam memenangkan kompetisi : Petroleum Essay and Poster Competition (PEP-C) 2021 yang diselenggarakan oleh SPE-UP dan Himpunan Mahasiswa Teknik Perminyakan Universitas Pertamina. Kompetisi essay yang dimenangkan dengan peringkat juara 1 ini mengangkat judul “Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Sumatera Selatan Terhadap Pengembangan Energi Baru Terbarukan” bertujuan untuk dapat mengurangi penggunaan energi migas khususnya bagi masyarakat Sumatera Selatan dan meningkatkan kesadaran dalam mendukung perkembangan proyek Energi Baru Terbarukan.

Universitas Pertamina melalui program studi Komunikasi menjadi salah satu kampus pelopor dalam membentuk mahasiswa yang memiliki fokus di bidang keenergian, hal ini merupakan salah satu bentuk wujud nyata kampus untuk berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi kedepannya hal ini dapat dilihat dengan adanya mata kuliah Teknologi dan Bisnis Energi dan Komunikasi Keenergian. Mata kuliah ini bertujuan untuk membekali mahasiswa komunikasi agar bisa berkecimpung di bidang energi khususnya kehumasan atau bidang visualisasi di bidang keenergian, kedua mata kuliah ini juga memiliki andil dalam mengupayakan energi terbarukan termasuk dalam hal penerimaan energi terbarukan di masyarakat.

Mahasiswa dituntut mampu memberikan solusi terkait kasus-kasus penolakan terhadap energi terbarukan maka kedua mata kuliah ini diharapkan mampu memberikan solusi dan jawaban atas pemahaman masyarakat kedepannya agar energi terbarukan dapat diterima, maka salah satu proyeksi setelah lulus program studi komunikasi ialah Public Relations atau bidang kehumasan baik itu di industri maupun energi, maka mahasiswa yang sudah dibekali dengan bidang kekhususan energi mampu memberikan pemahaman agar persepsi masyarakat akan energi terbarukan mengalami perubahan. Banyak proyeksi kerja yang bisa dimasuki atau dibangun oleh mahasiswa komunikasi baik itu dari praktik public relations dan event organizer, kedua bidang ini di bekali dengan mata kuliah public relations, penulis public relations dan management event, kedua mata kuliah ini menuntut mahasiswa agar mampu menjadi praktisi PR yang kompeten hal ini dengan adanya simulasi berupa press  conference dengan studi kasus yang hangat dan bagaimana seorang PR mampu mengatur sedemikian rupa acara tersebut. Tidak hanya itu sejalan dengan kegiatan perhumasan, mahasiswa dilengkapi dengan skill sebagai event organizer baik itu berupa event perusahaan maupun gathering karyawan. Bahkan mahasiswa di ajarkan bagaimana membuat event online jika terkendala situasi seperti saat ini, hal ini membuktikan bahwa Universitas Pertamina mampu menyesuaikan dan cepat beradaptasi dengan keadaan dan membekali mahasiswanya dengan keterampilan tersebut.

Lulusan mahasiswa komunikasi yang diproyeksikan untuk siap pakai siap kerja di berbagai bidang lainnya untuk mengisi berbagai macam pekerjaan, lulusan komunikasi memiliki peluang kerja dimanapun khususnya di jurnalistik dan periklanan, untuk menyiapkan lulusan siap kerja studi komunikasi dilengkapi oleh studio dan didukung alat-alat penyiaran terbaik yang sudah disediakan oleh kampus, tidak hanya teorisasi saja namun di penjurusan juga akan diajarkan bagaimana mahasiswa menggunakan alat-alat yang sudah disediakan oleh kampus, hal ini sejalan dengan tujuan prodi komunikasi adalah menghasilkan sarjana yang mampu mengaplikasikan pengetahuan umum, dasar-dasar ilmu komunikasi dan ilmu komunikasi terapan  dalam menyelesaikan masalah sosial maupun industri komunikasi dan energi. Maka adanya keseimbangan teori dan praktek pada semua mahasiswa komunikasi Universitas Pertamina. Hal ini juga didukung dengan seringnya diadakan kampus visit atau field trip ke berbagai media untuk mengetahui bagaimana suasana kerja dibalik layar para jurnalis. Kegiatan field trip tidak hanya dilakukan di lingkungan media saja salah satu field trip yang pernah dilakukan ialah ke Gojek dan Angkasa Pura II hal bertujuan untuk berbagi ilmu dan melihat peran seorang humas dalam menghadapi krisis dan resiko dalam hal penyediaan jasa. Mahasiswa mendapatkan ilmu dari para praktisi handal dan mendapatkan pengalaman dalam mengaplikasikan ilmu yang didapat di dunia kerja. Mampu mengetahui bagaimana cara branding sebuah produk atau jasa sehingga kegiatan marketing mampu berjalan dengan baik.

Universitas Pertamina telah lima tahun berdiri setelah diumumkan pada tanggal 1 Februari 2016 sebagai kampus dan secara resmi dikukuhkan di tanggal 16 Februari 2016, dalam jangka waktu lima tahun perjalanan kampus telah mencapai berbagai prestasi baik di tingkat kampus maupun nasional, berbagai prodi menjuarai dan ikut serta dalam lomba-lomba nasional bahkan internasional, tentu kegiatan lomba seperti ini akan membantu kampus dalam mendapatkan akreditas yang baik dari BAN-PT, pada tahun 2019 program studi komunikasi Universitas Pertamina berhasil meraih peringkat akreditasi B dari Badan Akreditas Nasional Perguruan hal ini berhasil dicapai oleh prodi komunikasi dalam rentang waktu tiga tahun untuk membuktikan bahwa program studi ini memang memiliki mutu yang baik dalam hal fasilitas dan mutu kurikulum serta dengan adanya kontribusi para mahasiswa yang berhasil menang lomba sehingga menjadi faktor pendukung lainnya.

Menyandang predikat baik tidak membuat prodi komunikasi jumawa, prodi komunikasi masih mengupayakan agar bisa mendapatkan akreditasi A dalam beberapa tahun kedepan hal ini tidak terlepas dari digenjotnya mutu pendidikan dan banyak perlombaan yang dibagikan dosen untuk mahasiswa sebagai bentuk dukungan agar bisa mendapatkan hasil yang baik, tidak hanya itu dosen dan mahasiswa prodi komunikasi juga bekerjasama dalam mengerjakan artikel maupun jurnal untuk keperluan akademisi tentu hal ini juga akan membantu kampus khususnya prodi komunikasi dalam mencapai akreditasi A, akreditas merupakan hal yang penting dalam sebuah perguruan tinggi dikarenakan semakin bagus akreditasi suatu kampus maka akan menentukan mutu sebuah pendidikan yang ada di kampus tersebut, bahkan akreditas mampu mempengaruhi pilihan para mahasiswa baru untuk menentukan dimana akan melanjutkan pendidikan, karena akreditas juga erat kaitannya dengan preferensi para perusahaan untuk menerima para pekerja di kantornya, jika kampus terakreditasi dengan baik maka akan memiliki dan membantu mahasiswa dalam mencari pekerjaan kedepannya setelah lulus dari Universitas.

Disusun Oleh :

Elen Kusuma N  (106118007)

Gio Fandi            (106118016)

Nabila Nur F.       (106118034)

PENULISAN PUBLIC RELATIONS

KOMUNIKASI 2018

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: