Ledakan Brand Indomie, Jadi Alat Transaksi Seks di Ghana

Sumber gambar: detik.com

Perisai UP, Jakarta – Peningkatan popularitas Indomie di kawasan Afrika dijadikan sebagai salah satu alat pembayaran seks di Ghana. 

Kabar tersebut bersumber dari sebuah dialog nasional yang membahas tentang kekerasan seksual dan berbasis gender dalam pandemi Covid-19. Acara tersebut diselenggarakan oleh STAR-Ghana Foundation. Bashiratu Kamal, pakar gender dan ketenagakerjaan Ghana, menyatakan salah satu penyebab dari tingginya angka kehamilan remaja di Ghana adalah Indomie. Para gadis muda di Ghana dijanjikan melakukan hubungan seks dengan imbalan barang oleh si pria. 

Dikutip ulang dari CNBC Indonesia, beberapa kasus dalam hal masalah seks transaksional, beberapa orang tua di Ghana mendorong anak-anaknya untuk melakukan transaksi seks tersebut agar bisa mendapatkan uang dalam memenuhi kehidupan diri sendiri. 

Berdasarkan data dari Trading Economics, Ghana mengalami resesi di tahun 2020. Ekonomi secara tahunan (yoy) di kuartal II dan III mengalami persentase negatif dengan masing-masing bernilai -32% dan -11%. Kondisi pandemi Covid-19 menjadi pemicu peningkatan kemiskinan di Ghana.

Keberadaan Indomie di Ghana adalah jawaban dari kondisi Ghana saat ini. Popularitas Indomie bukan tanpa alasan, faktanya Indomie menjadi makanan pokok bagi masyarakat Ghana dan negara di kawasan Afrika lainnya.

 Indomie juga berhasil memenangkan penghargaan “Brand of the Year” dalam acara Ghana Business Awards Brand di beberapa tahun yang lalu.

Sumber: Urbanasia

Penulis: (RL/SM)

Editor: MR, CMS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: