Aksi #Bike4PressFreedom Menjawab Permasalahan Pers saat Ini

Jakarta- Dalam Memperingati Hari Kebebasan Pers tahun 2021, Aliansi Jurnalis Independen Jakarta Gelar Aksi #Bike4PressFreedom pada Ahad, 2 Mei 2021 PUKUL 16.00-17.30 WIB dengan bersepeda dari gedung Dewan Pers ke Patung Kuda Arjuna Wiwaha, setelah itu dilanjutkan sengan orasi dan berbagi bunga di Bundaran Patung Kuda yang diramaikan oleh kurang lebih 30 pekerja media.

AJI Jakarta menggarisbawahi kondisi jurnalis saat ini yang kerap mengalami represifitas dan kriminalisasi dari kepolisian maupun perusahaan media. Mulai dari saat meliput aksi demonstrasi sampai menguak informasi untuk kepentingan publik. Seperti yang dialami baru-baru ini oleh Nurhadi di Surabaya dan pengerusakan mobil milik Victor Mambor jurnalis Jubi di Papua. “Polisi yang seharusnya memberikan perlindungan terhadap masyarakat termasuk jurnalis, justru menjadi pelaku paling banyak yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis” ujar Sasmito, Ketua Aliansi Jurnalis Independen Indonesia.

Dalam #Bike4PressFreedom ini, AJI Jakarta juga dampak nyata dari pandemi kepada jurnalis yaitu bayang-bayang PHK dari perusahaan media yang mengklaim pandemi ialah penyebab utamanya. Padahal, Aliansi Jurnalis Independen Jakarta menulisi penyebab ruginya perusahaan media ialah manajemen yang kurang baik.

Selain itu, AJI Jakarta juga mengecam aparat kepolisian yang melakukan penganiayaan terhadap jurnalis dan kawan-kawan pers mahasiswa, yang kemarin baru saja terjadi pada peringatan Mayday atau Hari buruh 1 Mei 2021. Yaitu penangkapan Chaerul Anwar dan Suandira Azra Badrianan, reporter Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Marhaen Universitas Bung Karno.

Terdapat pula regulasi kontroversial yang kerap menggerus hak kebebasan pers, salah satunya ialah UU ITE. Meskipun UU ITE diklaim tidak menyasar Pers, namun nyatanya terdapat banyak kasus wartawan yang dijerat dengan UU yang sangat bermasalah ini.

Maka dari itu, dalam memperingati Hari Kebebasan Pers 2021 AJI Jakarta menuntut;

1. Hentikan segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis dan usut tuntas semua kasus kekerasan terhadap jurnalis.

2. Meminta perusahaan media menjamin hak para pekerja, khususnya di masa pandemi Covid-19.

3. Mendesak pemerintah merevisi UU ITE khususnya pasal-pasal karet yang memberangus kebebasan pers.

ATE

Editor: MR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Built with WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: