Sumber gambar: https://www.axios.com/hong-kong-police-fire-tear-gas-at-protest-crowd-868ee9d8-e766-4600-951c-3569fa8ec871.html

Perisai UP, Jakarta – Demonstrasi yang terjadi di Hong Kong berlanjut (31/01). Kejadian yang tidak luput dari mata dunia adalah kekerasan dan berbagai bentuk pelanggaran yang dilakukan oleh kepolisian Hong Kong terhadap para demonstran dan warga sipil. Seperti yang diketahui, demonstrasi bermula ketika adanya rencana pemerintah Hong Kong untuk membentuk RUU Ektradisi antara Hong Kong dan China yang menuai kecaman dari mayoritas masyarakat Hong Kong.

Namun nyatanya setelah PM Hong Kong, Carrie Lam resmi mencabut RUU ektradisi tersebut, demonstrasi masih terus berjalan dan tak kunjung usai. Hal ini disebabkan karena terjadi tindak kekerasan yang dilakukan oleh kepolisian Hong Kong selama demonstrasi berlangsung. Oknum polisi Hong Kong yang tidak hanya menertibkan pendemo tetapi juga menyerang atau membentak warga sipil ditempat umum seperti stasiun atau terminal bis. Tidak hanya itu, kekerasan seksual dan penghakiman juga dilakukan oleh oknum kepolisian kepada demonstran wanita Hong Kong.

Para pendemo menolak bahwa mereka dianggap sebagai ‘perusuh’ ketika melakukan demonstrasi. Mereka menuntut agar para aktivis yang sudah ditahan oleh kepolisian dan hilang tanpa jejak segera dibebaskan. Selain itu para aktivis meminta oknum polisi yang melakukan kekerasan agar segera diadili.

Adit (19) mahasiswa jurusan HI Universitas Parahyangan berpendapat bahwa penyebab utamanya adalah kekerasan yang dilakukan oleh kepolisian, seperti orang-orang hilang tanpa jejak, polisi menyerang warga sipil, dan lainnya.

“Ya bayangin aja kalo kita di Indonesia dihadapkan situasi yang sama pasti bakal demo besar-besaran juga dan gak akan dengan mudahnya berhenti.”

Adam (20) “Kepolisian Hong Kong ada yang bilang dari China karena memang Hong Kong secara kekuasaan berada dibawah China, walaupun itu belum bisa dipastikan namun ada oknum polisi yang tidak mengetahui salah satu channel Hong Kong, kan gak mungkin.”

Amar (19) “Sudah sepatutnya kasus seperti ini diusut sampai selesai sehingga para korban kekerasan atau penculikan dapat mendapatkan keadilan. Oknum kepolisian yang melakukan kekerasan juga harus diadili dengan seadil-adilnya.”

(IA)

Sumber :

https://www.cnbcindonesia.com/news/20190907202728-4-97838/ruu-ekstradisi-sudah-dicabut-kenapa-demo-hong-kong-lanjut/2