Potongan salah satu pasal dalam kontrak beasiswa undangan

JAKARTA, Perisai UP – Mahasiswa beasiswa undangan Universitas Pertamina (UP) mengeluhkan keterlambatan turunnya uang saku beasiswa pada Bulan Agustus. Keterlambatan ini mengakibatkan beberapa mahasiswa penerima beasiswa kesulitan untuk menjalani harinya mulai dari membayar kos, uang makan, serta kebutuhan lainnya dalam perantauan ke Jakarta yang jauh dari sanak keluarga. “Bukan pertama kali uang saku telat, setiap ada mahasiswa baru masuk, pasti terlambat. Biasanya dirangkap ke bulan berikutnya yaitu September. Kasihan beberapa anak ada yang kesulitan untuk uang makan, untuk anak yang mengandalkan kehidupannya dari uang saku itu,” ujar salah satu mahasiswa penerima beasiswa undangan.

Biaya beasiswa Universitas Pertamina berasal dari beberapa perusahaan salah satunya PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Foundation. “Mungkin perlu komunikasi yang baik antara PT Pertamina, Universitas Pertamina, dan Pertamina Fondation,” tambah Rohmat selaku Senior Manager Pendidikan & Lingkungan Pertamina Fondation. Informasi mengenai beasiswa di UP dapat diakses melalui website resmi Universitas Pertamina. Mengenai informasi sistem penyaluran beasiswa oleh kampus, tidak bisa didapatkan karena pihak kampus menolak untuk diwawancarai mengenai hal ini. Uang saku beasiswa Bulan Agustus akhirnya cair walaupun tetap ‘ngaret’ pada pekan ke-3 September.

Universitas Pertamina mempunyai beberapa program beasiswa, salah satunya beasiswa undangan. Dalam setiap kesepakatan memiliki kontrak, begitupun program beasiswa undangan. Dalam kontrak antara pihak kampus dan mahasiswa itu berisi tentang timbal balik antara dua pihak. Salah satu timbal baliknya yaitu pihak kampus berkewajiban untuk membebaskan uang SPP setiap semester dan memberi uang saku sebesar Rp 1.200.000,00 yang diberikan maksimal pekan ke-2 setiap bulannya, serta kampus berhak meminta jasa mahasiswa tersebut untuk keperluan kampus seperti tutor sebaya dan lomba. Sedangkan mahasiswa penerima beasiswa berkewajiban untuk selalu bersedia apabila kampus membutuhkan mereka, juga berhak mendapatkan uang beasiswa tepat pada waktunya. (ATE)