Perisai UP, Jakarta – Universitas Pertamina, tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar mahasiswa/i-nya menggunakan kendaraan bermotor sebagai sarana penunjang. Artinya area parkir yang luas sangat dibutuhkan. Ditambah, pengguna area parkir bukan hanya mahasiswa/civitas akademi namun sejumlah karyawan dari anak perusahan PT Pertamina menggunakan fasilitas tersebut.

Tarif parkir yang murah serta proses mobilisasi yang baik menjadi harapan bagi pengendara. Saat ini area parkir Universitas Pertamina dikelola oleh anak perusahaan PT Pertamina yaitu PT Pertamina Retail (Bright Parking) sejak 1 Oktober 2019 dimana perusahaan ini baru saja memenangkan kontrak dalam pengelolaan parkiran. Namun, permasalahan yang terjadi di lapangan adalah seringnya timbul kemacetan dalam proses mobilisasi karena adanya proses ticketing yang berlaku dan sosialisasi tarif parkir yang dianggap kurang jelas oleh para pengguna.

Acim Suryana, Koordinator Satuan Pengamanan (SATPAM) di area parkir menuturkan, “Perihal tarif sebenernya sudah menjadi ketentuan kontrak dan untuk member hanya diperuntukkan kepada pengendara yang sering keluar masuk parkiran yang tujuannya untuk menghemat biaya, tetapi kalau tidak mau tidak apa – apa. Yang penting bagi saya ini bisa membantu meningkatkan keamanan disini.”

Menurut Nicolas Silaen, Mahasiswa Teknik Geofisika Universitas Pertamina semester 3 yang sudah hampir 1,5 tahun menggunakan kendaraan bermotor untuk berangkat ke kampus dan ikut serta dalam penggunaan fasilitas parkiran, “Hampir tidak ada perubahan pengelolaan yang terjadi antara pengelola sekarang dengan yang lama, masih sering terjadi kemacetan di jam-jam kritis seperti jam 7 dan jam 4 serta informasi yang dirasa kurang jelas terkait tarif reguler dan member yang ditentukan oleh pihak pengelola,” pungkasnya. Ia berpesan bahwa sebaiknya ada penambahan loket di area parkir untuk meminimalisir terjadi kemacetan di jam – jam kritis tersebut. (ZAT)