Perisai UP, Jakarta—Sarekat Mahasiswa Peduli Literasi (SERASI) mengadakan acara diskusi terbuka dengan mengundang pembicara dari World Bank yaitu bapak Akbar Nikmatullah Dachlan, dengan tema “Perekonomian Indonesia di Masa Mendatang”. Bertempat di sekretariat UKM Futsal, dalam diskusi tersebut peserta terlihat tertarik dan semangat dalam menggali ilmu dari pembicara. Akbar menuturkan bahwa kegiatan-kegiatan seperti ini harus dipertahankan, walaupun jumlah pesertanya terbilang sedikit namun dari segi kualitas sangat baik karena Bottom to Up, terciptanya kesadaran dari mahasiswa itu sendiri yang akan menjadikan kegiatan ini bertahan.

SERASI hadir ditengah problematika bagsa yang sangat krusial ini, dengan menyediakan wadah untuk seluruh civitas lingkungan Universitas Pertamina (UP), khususnya Mahasiswa UP. Untuk memberikan pembekalan untuk masa depan melalui penyediaan buku dan diskusi dengan beragam jenis dan tema. “Lapak baca SERASI hadir sebagai wadah yang dibutuhkan Mahasiswa UP saat ini, dimana mahasiswa dapat bebas berfikir dan mengutarakan pendapat.” ujar Arifin Gunawan, Ilmu Kimia 2016, selaku mahasiswa pengusung SERASI. Arifin menambahkan bahwa kegiatan ini yang diadakan setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat pukul 13.00-18.00 ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh mahasiswa UP dalam mencari informasi, ilmu dan sudut pandang baru.

Lapak baca SERASI pernah mengundang pembicara yaitu Dr. Adde Oriza Rio selaku Kaprodi Ilmu Komunikasi pada bulan Maret lalu untuk berdiskusi terbuka mengenai “Tantangan Literasi di Era Industri 4.0 dan Seberapa Penting Budaya Literasi Itu Senndiri”. Kepala program studi Ilmu Komunikasi UP itu menambahkan bahwa mahasiswa harus terliterasi untuk menghadapi masalah yang akan datang. “Dengan adanya lapak baca ini kita tak perlu mengejar ilmu sampai negeri Cina, saya harap dapat dipertahankan dan dikembangkan,” ujar Bariq Asyam, Manajemen 2016, mahasiswa yang pernah datang di acara SERASI.

Budaya membaca menjadi kebutuhan setiap insan, juga sebagai pemberi informasi paling utama. Seiring berkembangnya zaman, semakin banyak pula media yang bisa digunakan untuk membaca ataupun mencari informasi. Mulai dari televisi, komputer, maupun ponsel pintar. Namun mengapa hal itu tak dapat meningkatkan minat baca kepada masyarakat luas? Dilansir dari Republika.com, Menurut kepala Perpustakaan Nasional Indonesia, Muh Syarif Bando, minat baca masyarakat Indonesia masih rendah yaitu peringkat ke-60 dari 61 negara.

Lapak baca SERASI siap membantu mahasiswa UP untuk menyelamatkan bangsa dengan meningkatkan minat baca. Jika ingin bergabung dan berdiskusi dengan para pembicara silahkan datang di diskusi terbuka selanjutnya. (ATE)