Perisai UP, Jakarta—Mungkin kegagalan adalah suatu hal yang menyakitkan, tapi hal tersebut dapat kita rubah dengan segala kemampuan dan tenaga kita. Akan ada jalan lain untuk mencapai suatu hal. Tidak ada hal yang tidak mungkin di dunia ini. Di setiap keberhasilan pasti ada kegagalan. Salah satu orang yang pernah merasakan kegagalan itu ialah Dr H. Mohammad Ichlas El Qudsi,S.SI.,M,SI.

Dr H. Mohammad Ichlas El Qudsi,S.SI.,M,SI atau  yang biasa kita panggil Pak Micel adalah seorang akademisi yang mengajar pada Fakultas Komunikasi dan Diplomasi (FKD). Micel memiliki kebiasaan bertemu dengan banyak orang dan senang dalam berbagi ilmu dengan teman-temannya semasa SMA. Terbukti dari perilaku beliau yang selalu memberikan program tutorial sebaya dengan teman-temannya dulu. Selain itu ia juga senang bergabung dalam berbagai organisasi.

Salah satu dosen di Program studi Ilmu Komunikasi ini menyelesaikan studi S1 di Universitas Andalas, Padang dengan jurusan Biologi. Awalnya ia tidak bercita-cita sebagai dosen dikarenakan nilai IPK yang rendah. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat beliau untuk mengambil S2 dengan jurusan Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia. Hal ini pula yang membuka mimpi Pak Micel untuk menjadi dosen. Kemudian beliau melanjutkan S3 dengan jurusan yang sama yaitu Ilmu Komunikasi. Selain menambah wawasan, ia memilih Ilmu Komunikasi karena terdorong untuk memotivasi orang banyak.

“Menurut saya, seseorang dibesarkan dengan dua hal, yakni fasilitas dan tantangan. Kebanyakan orang sukses mengalami kesulitan dan mendapatkan banyak tantangan sebelum akhirnya menjadi sukses,” ungkap Pak Micel ketika diwawancarai Selasa (26/2). Bagi Pak Micel kita harus enjoy dalam menjalani tantangan hidup. Dalam biologi, tanaman tidak akan berbuah jika tidak mengalami stress. Begitu juga seorang manusia. Manusia tidak akan berkembang jika tidak mengalami tekanan.

Banyak motivasi hidup yang diberikan Pak Micel kepada setiap orang yang dijumpainya. Hal tersebut membuat beberapa mahasiswa komunikasi menaruh rasa kagum pada beliau. Salah satu yang mengagumi Pak Micel ialah Ryan, salah seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi 2018.  “Menurut saya beliau mengajar dengan menyelingi motivasi hidup sehingga orang yang diajar beliau akan merasakan sensasi yang seru dan tidak membosankan” ujar Ryan. (SS/RCH)