Perisai UP, Jakarta—Mahasiswa Universitas Pertamina mengeluhkan tidak adanya sosialisasi secara jelas terkait peraturan kawasan bebas rokok. Keluhan ini dipicu adanya inspeksi mendadak oleh pihak kampus di lokasi yang telah disepakati sebagai area merokok pada acara UPSTRACT 2017 lalu. Kesepakatan tersebut melibatkan persetujuan antara pihak kampus dan mahasiswanya mengenai area merokok.

“Menurut saya, sebanyak 40% mahasiswa di sini (Universitas Pertamina) adalah perokok, dan masih banyak dari mereka yang belum mengetahui kawasan untuk mereka merokok karena tidak adanya sosialisasi area mana yang diperbolehkan untuk merokok.” Ungkap Bagas Adhi Nugroho, Mahasiswa Prodi Teknik Logistik angkatan 2017.

Pada awalnya pihak kampus bekerja sama dengan Prodi Teknik Lingkungan membentuk suatu pengurus untuk menjaga lingkungan kampus yang bernama UPSTRACT pada tahun 2017. Salah satu tujuan acara ini yaitu mensosialisasikan area merokok kepada mahasiswa. Kebijakan yang dibuat bersama dalam acara UPSTRACT pada awalnya ada lima tempat kawasan merokok, yaitu bagian depan koperasi, depan PSR, kantin parkiran motor, kantin atas, dan seperempat wilayah kantin bawah.

Tetapi seperti yang kita ketahui pada bulan Oktober lalu, Wakil Rektor Bid. Kemahasiswaan, Ichsan Setya Putra mengadakan inspeksi mendadak dan melarang mahasiswa untuk merokok di wilayah kantin bawah yang pada awalnya termasuk area merokok.

“Seharusnya apabila ada perubahan kebijakan area merokok, tetap harus melibatkan pihak-pihak yang sudah menyepakati kebijakan sebelumnya dan tentunya sosialisasi secara menyeluruh.” ujar Muhammad Aang Nurhadi, Ketua Pelaksana UPSTRACT 2017.

Pihak kampus melakukan penyesuaian terhadap kawasan merokok ke tempat yang lebih terbuka, dengan alasan jika diperbolehkan merokok di ruangan tertutup seperti kantin bawah, asapnya akan sangat mengganggu mahasiswa lain yang  tidak merokok.

“Kebijakan ini dibuat juga untuk menghargai para mahasiswa yang  tidak suka dengan asap rokok karena mereka juga mempunyai hak untuk menghirup udara segar”, ujar Erwin Setiawan, S.Kom., M.I.T., selaku Direktur Sarana, Prasarana, dan Teknologi Informasi Universitas Pertamina.

Kini pihak kampus telah menetapkan lima kawasan untuk merokok, yaitu di belakang PWP, depan PSR, kantin parkiran motor, pinggir kantin bawah dan kantin atas atau wilayah gor atas. Perbedaan dengan aturan sebelumnya adalah kantin bawah tidak ditetapkan kembali sebagai area merokok. Sampai saat ini pun masih terlihat banyak mahasiswa yang tidak acuh pada kebijakan baru dan tetap merokok di tempat yang telah disepakati sebelumnya. (ZA/ATE)