Perisai UP, Jakarta –  Lima kelompok Mahasiswa Universitas Pertamina dari berbagai program studi berhasil memenangkan Sayembara Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) – Universitas Pertamina yang diselenggarakan oleh Pihak Dosen & Staff Rektorat Universitas Pertamina pada bulan Oktober 2018 yang lalu.

Perisai UP
Kegiatan Pendidikan Laskar Tenjo

“Sayembara Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat – Universitas Pertamina adalah bentuk keberlanjutan dari pengelolaan Desa Binaan Universitas Pertamina yang telah dimulai sebelumnya oleh Acara Light UP dan dilaksanakan sebelumnya di Desa Tenjo pada Bulan Agustus 2018. Universitas Pertamina memberikan kesempatan kepada seluruh Mahasiswa & Mahasiswi Universitas Pertamina untuk mencurahkan seluruh ide, gagasan dan program kerja yang dapat bermanfaat untuk pengelolaan dari Desa Binaan Universitas Pertamina ini”, ujar Rangga Adiprima, Staf Rektorat Bidang Bakat & Minat Mahasiswa Universitas Pertamina.

Lima kelompok dari seluruh Mahasiswa & Mahasiswi Universitas Pertamina yang telah memenangkan Sayembara Proposal Pengabdian Kepada Masyarakat – Universitas Pertamina ini memiliki fokus dan program kerja yang berbeda – beda. Kelima kelompok PKM – Universitas Pertamina ini terdiri atas tiga fokus & program kerja yang berbeda, yakni Pendidikan, Lingkungan, & Ekonomi. Kelompok Pendidikan memiliki program untuk meningkatkan taraf pendidikan anak –  anak balita di Desa Tenjo. Selanjutnya, Kelompok Lingkungan memiliki program kerja untuk meningkatkan taraf sanitasi di Desa Tenjo dengan mengumpulkan sampel air dan menyediakan akses air bersih dari beberapa sumber air. Yang terakhir, dua Kelompok Ekonomi yang memiliki Program Kerja pembudidayaan kolam ikan lele serta pemberdayaan industri mikro dodol lokal.

Bersama dengan Perwakilan Tim Forum Komunikasi Pengabdian Masyarakat – Universitas Pertamina, lima kelompok ini telah mensosialisasikan seluruh fokus & program kerja mereka didepan perwakilan Masyarakat Desa Tenjo pada Oktober 2018 lalu. Kelompok PKM Ekonomi Budidaya Kolam Ikan Lele diketuai oleh Ido Yudha Pratama (21) mahasiswa dari Hubungan Internasional 2016. Sedangkan, Kelompok Pendidikan Laskar Tenjo diketuai oleh Ilham Syamtar (20) salah seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi  2016.

“Ekonomi menjadi salah satu perhatian kami, sebab terlihat jelas oleh kami bahwa ketimpangan ekonomi merupakan masalah yang nyata dan aktual di Desa Tenjo. Kurangnya fasilitas publik & umum yang disebabkan oleh tidak meratanya pembangunan dan pusat ekonomi yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melilit desa ini semakin jauh dari percepatan dan pengembangan perekonomian yang sedang diusung oleh Pemerintah Pusat. Melihat hal ini, Kelompok PKM kami memutuskan untuk membangun Lembaga Mikroekonomi dan Ikan Lele sebagai salah satu proyek dari Lembaga Mikroekonomi tersebut. Kami menamakan Lembaga Mikroekonomi tersebut dengan nama Cipare Modern Lele / CIMOL,” ungkap Ido.

Selanjutnya, Ido dan tim dalam pelaksanaan proyek ini merasa belum menemukan hambatan karena  masyarakat Tenjo masih kooperatif dengan Kelompok PKM Ekonomi . Ido berharap mahasiswa dapat mengabdi karena mahasiswa adalah agen revolusi.

“PKM mempunyai dua dimensi. Yang pertama, PKM memberi kesempatan mahasiswa untuk dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat di kampus dalam kehidupan bermasyarakat untuk membangun kualitas tatanan masyarakat yang lebih baik. Sedangkan dimensi berikutnya adalah PKM berusaha menimbulkan kesadaran masyarakat untuk memulai perekonomian yang mandiri dan mengajak masyarakat melihat peluang yang ada dapat meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidup,” jelas Ido.

Ilham juga menambahkan bahwa Pendidikan termasuk salah satu permasalahan mendasar di Desa Tenjo.

“Pendidikan salah satu masalah paling aktual dan anak – anak merupakan salah satu subyek yang paling terdampak di dalam tidak meratanya akses pendidikan di Desa Tenjo. Hal ini dapat diatasi dengan pemberian akses pendidikan secara langsung terhadap anak – anak yang merupakan ‘Agent of Change’. Program Kerja PKM Pendidikan Laskar Tenjo ini akan berlangsung dari 15 – 24 Desember 2018 dengan mendidik anak – anak Desa Tenjo secara intensif. Pada akhir dari Program Kerja PKM kami, seluruh anak – anak yang telah terdidik secara intensif ini harus menampilkan secara keseluruhan mengenai apa yang telah mereka pelajari selama seminggu, dan mereka harus menampilkan di depan orang tua mereka maupun masyarakat Desa Tenjo,” jelas Ilham. (ALF/CM/V)