Perisai UP, Jakarta — Dalam rangka menjaring ide dan inovasi generasi muda untuk tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang energi, UKM Riset dan Karya Tulis Ilmiah Universitas Pertamina Heuri Cosmos mengadakan Scientific Paper Competition  dan Lomba Vlog yang dikemas dalam sebuah acara bertajuk SPACE UP dengan tema: Millenials In Energy Innovation for Indonesia yang diminati oleh banyak mahasiwa PTN dan PTS dari seluruh Indonesia. Tercatat 204 mahasiswa yang tergabung dalam 68 tim dari berbagai universitas di Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi  telah berpartisipasi dalam pengumpulan karya tulis.

20181117163530
Acara SPACE UP dari UKM Heuri Cosmos

Acara yang dilaksanakan dari tanggal 15 – 16 November ini diawali dengan kegiatan pra-event Photo Contest. Dilanjutkan dengan perlombaan Karya Tulis Ilmiah dan Vlog Competition pada tanggal 15 November 2018. Pada hari kedua adalah hari pengumuman perlombaan yang sudah berlangsung dan ditutup dengan seminar bertema “Smart City and Smart Village Energy 4.0” yang diisi oleh pembicara Dr. Ichsan dan Setiaji, ST,M,SI. dan sosialisasi program “Move On” dari PT. Pertamina (Persero) yang bertujuan untuk mengajak masyarakat Indonesia beralih menggunakan BBM berkualitas yang ramah lingkungan.

Pada seminar yang bertema “Smart City and Smart Village Energy 4.0” ini diisi oleh dua pembicara, yakni yang pertama Setiaji, ST,M,SI memaparkan Smart City Village 4.0 adalah Konsep Smart City di Jakarta dibuat berdasarkan 6 pilar: Smart Governance, Smart People, Smart Living, Smart Mobility, Smart Economy, dan Smart Environment.

Dalam pemaparannya, smart city harus bermanfaat untuk seluruh masyarakat sehingga mereka bisa mendapatkan hidup yang lebih baik. Selain itu, smart city meningkatkan partisipasi warga seperti membuat data, aplikasi, memberikan masukan, dan memberikan kritikan. Sehingga kota ini menjadi kota yang pintar karena melibatkan warganya, melibatkan pemerintahnya, kekuasaannya, uangnya, dan ruangannya untuk menjadikan semua kehidupan lebih baik mengajak kita semua untuk lebih sadar lingkungan.

Dan pembicara kedua Dr. Ichsan memaparkan Smart Village Energy 4.0. Beliau sukses membangun pembangunan listrik di desa yang terisolir, mengubah listrik menjadi bisnis. Smart Village merupakan predikat yang cocok bagi desa yang dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada , warga yang bisa menjaga ketahanan energi nasional dengan segala aspek yang menunjang mulai dari kelimpahan sumber daya yang ada, peran serta kedua aspek penting dalam perwujudan ketahanan energi nasional yaitu kota dan desa perlu didukung sehingga dapat menyesuaikan era industri 4.0 sekarang ini.

Terkait Smart City, Bapak Setiaji, ST,M,SI selaku Head of Jakarta Smart City memberikan tanggapan tentang keberlangsungan program Smart City di Jakarta pada Jum’at (16/10/2018)

“Disini yang paling penting bukan hanya peran pemerintah tetapi juga warga, saat ini sebenarnya semuanya sudah cukup berkontribusi di energi 4.0, contoh kecil nya bagaimana masyarakat ikut dalam earth hour karena untuk kedepan nya kita harus
mempertahankan masa depan kehidupan energi kita karena anak cucu kita” pungkasnya.

Tak hanya itu, Ichsan pun memberikan opini seputar Smart City mengenai hambatan pembangunan perusahaan listrik di desa pada Jum’at (16/10/2018).

“Sebenarnya peraturan dalam pembangunan listrik di desa itu masih belum lengkap, dan selama ini biasanya pembangunan listrik desa itu kurang banyak melibatkan masyarakat, sehingga juga dari pihak swasta dan masyarakat masih setengah hati namun apabila kita melakukan pendekatan tepat masyarakat bisa lebih terbuka memberi kesempatan,” tutup Dr. Ichsan.

20181117163549
Antusiasme peserta seminar

Acara yang sukses dan meriah ini juga dihiasi oleh hiburan musik dan angklung dari
Universitas Pertamina. Salah satu peserta SPACE UP-2018 yang bernama Berry dari Universitas Prasetya Mulya mengungkapkan kesan terhadap acara ini.

“Acaranya sangat bagus, dari segi juri bagus dan compatible, kadang kampus kalau buat acara itu jurinya dari dosen sendiri, apalagi ini bidangnya memang energi , dan juri – juri nya juga memang dari bidang energi, hadiahnya juga banyak, pokoknya keren,” terang Berry.

Ketua SPACE UP, Septianinda Purnamasari, memaparkan mengenai kesan pesan acara yang sukses ini.

“Jadi rasanya jadi ketua SPACE-UP untuk pertama kali itu bangga sekali, motto kita diawal pembentukan SPACE-UP sendiri adalah sebuah ruang untuk kompetisi karya tulis yang memiliki nilai totalitas, loyalitas tanpa batas untuk para anggotanya. Harapan saya semoga SPACE UP 2019 bisa ke jenjang nasional juga
dan fasilitas lebih banyak,” tutupnya. (WN/RA)