Perisai UP, Jakarta – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HMHI) Universitas Pertamina menggagas acara “UP Festival” dan “UP Flea Market”. UP Festival dan UP Flea Market ini merupakan pre-event dari acara besar tahunan MAM (Model ASEAN Meeting) Universitas Pertamina. Acara ini diadakan mulai tanggal 2-8 November 2018 bertempat di pelataran GOR Universitas Pertamina. Bertepatan dengan selesainya “UP Festival” dan “UP Flea Market” pada tanggal 8 November merupakan hari pertama dari MAM-UP. MAM-UP sendiri merupakan lomba untuk memberikan argumentasi pada simulasi konferensi ASEAN yang akan diselenggarakan di dua tempat yaitu Perpustakaan Nasional dan Universitas Pertamina.

perisai
Acara Pembukaan UP Festival

Isal, ketua panitia UP Festival dan UP Flea Market mengatakan, “Acara ini diselenggarakan bertujuan untuk social campaign sekaligus pencarian dana untuk  panti asuhan dan kota yang terkena bencana alam dengan cara menjual baju, buku, barang bekas, serta menjual berbagai jenis makanan dengan mengajak UKM dan para mahasiswa/i  Universitas Pertamina sebagai peserta dari acara tersebut”. Isal juga menuturkan prosedur penyewaan stand dilakukan jauh-jauh hari sebelum festival dimulai dan sudah dilakukan pendekatan personal dan technical meeting terkait penentuan harga penyewaan stand dan fasilitas.

Murtadho, salah satu peserta festival, menganggap acara ini sangat menarik dengan prosedur penyewaan stand yang terarah dan antusias yang tinggi dari para pembeli. “Kendalanya disaat sepi pembeli dan terasa panas. Jadi, saya berharap festival ini untuk ke depannya lebih baik lagi dari segi konsep dan fasilitas,” ujarnya.

“Kendalanya terdapat pada fasilitas yang kurang memuaskan seperti meja yang kurang besar,” ungkap Dewanta, salah satu peserta UP Festival. Ia berharap dari pihak panitia ataupun kampus lebih memfasilitasi kepada mahasiswa/i untuk membentuk jiwa kewirausahaannya.

“UP Flea Market dan UP Festival ini bagus, jadi mahasiswa tidak hanya menjadi “kupu-kupu” (kuliah – pulang), ada cara lain untuk berorganisasi dan bersosialisasi serta juga bisa berkontribusi untuk masyarakat. Secara keseluruhan sih sudah oke.” pungkas Sari Widyanti, Dosen Geofisika UP. (AT/SS/ZAT)