Perisai UP, Jakarta – Salah satu kebudayaan Indonesia siap diajukan ke Badan Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) sebagai bentuk warisan dunia. Berlokasi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, Kawasan Rumah Saribu Gadang (SRG) dinilai siap untuk menjadi warisan dunia dari Indonesia. Hal ini berarti akan membuat SRG menyusul warisan lain seperti Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Ujung Kulon, dan Taman Nasional Lorentz.

Kesiapan ini sendiri diakui oleh Kepala Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI), Catrini Kubontubuh, yang menyatakan pada wawancara dengan awak wartawan Republika, siap untuk mengumpulkan segala berkas dalam rangka proses pengajuan tersebut. Selain itu, Catrini juga mendukung upaya pemerintah untuk turut serta dalam pelestarian budaya ini sekaligus melakukan revitalisasi pada kawasan tersebut. Proses revitalisasi yang memakan waktu cukup lama juga berfungsi untuk mendorong minat wisatawan untuk bisa berkunjung ke kawasan tersebut. Diakui Catrini, proses ini bisa memakan waktu hingga puluhan tahun. Hal ini disebabkan karena proses tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai aspek fisik atau bangunannya, melainkan juga menyangkut aspek sosial, budaya, serta lainnya.

Bambang Hari Wibisono, mantan Duta Besar RI untuk UNESCO, menyatakan dukungan sepenuhnya dalam proses pengajuan SRG sebagai bentuk warisan dunia. Semangat pelestarian yang diperlihatkan Pemda Solok Selatan dinilai bisa menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya untuk mengikuti jejak yang sama agar lokasi atau situs-situs kebudayaan lain mampu menjadi perhatian tersendiri.

Wacana akan adanya Pelatihan Pusaka di Solok Selatan akhir tahun ini sekaligus memberi pengarahan bagaimana pentingnya proses pelestarian budaya itu sendiri. Catrini juga menambahkan bahwa SRG merupakan aset berharga yang telah merekam jejak sejarah dari salah satu budaya Minangkabau di Sumatra Barat. Kawasan SRG sendiri sudah diakui sebagai Kampung Adat Terpopuler 2017 dimana kemudian berujung pada alokasi anggaran dari hampir Rp 11 miliar untuk proses revitalisasi. Diakui oleh Bupati Solok Selatan, H. Murni Zakaria, proses ini mampu menarik wisatawan baik dari lokal maupun internasional. (V)