Perisai UP, Jakarta – Terjadinya erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali pada Kamis (28/6) lalu menyebabkan hujan abu di beberapa wilayah bagian, seperti barat dan barat daya. Abu vulkanik tersebut menyebabkan tertutupnya ruang udara koordinat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selama berjam – jam.

045673100_1530346705-20180630-Gunung-Agung-2

Dilansir dari Liputan6.com, dampak dari turunnya hujan abu tersebut mengakibatkan aktivitas penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai dihentikan sementara. Keputusan ini dibuat berdasarkan Rapat Koordinasi Penanganan Dampak Erupsi Gunung Agung pada Jumat (29/6) tadi. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan bahwa penutupan bandara dimaksudkan untuk menjaga keselamatan penumpang. Sebanyak 48 penerbangan dibatalkan akibat terjadinya erupsi tersebut. Penutupan ini dilakukan mulai pukul 03.00 WITA hingga 19.00 WITA.

Hingga hari ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan tingkat aktivitas Gunung Agung masih di level III (Siaga). Oleh karena itu, PVMBG menghimbau kepada masyarakat di sekitar Gunung Agung, baik pendaki, pengunjung, maupun wisatawan untuk tidak melakukan pendakian maupun aktivitas lainnya pada radius zona bahaya 4 km dari puncak gunung.

Status aktivitas seismik Gunung Agung saat ini relatif menurun setelah sebelumnya sempat melonjak. Kolom asap di Gunung Agung masih setinggi 1.500 meter sampai 2.000 meter. Akan tetapi, PVMBG meminta masyarakat tidak perlu panik namun tetap waspada karena kondisi Gunung Agung saat ini dinamis dan masih dalam fase erupsi. Masyarakat di kaki Gunung Agung yang berada di luar jarak 4 km pun tetap melakukan aktivitasnya. (NF)

berita selengkapnya dapat dilihat di liputan6.com/gunung-agung

liputan6.com/aktivitas-masyarakat-bali