Perisai UP, Jakarta —- Presiden Amerika Serikat ke-45, Donald J. Trump, melalui akun twitter pribadinya @realDonaldTrump beberapa kali menuliskan keluhannya serta menyinggung organisasi yang menentukan harga minyak dunia, OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) terhadap melonjaknya harga minyak beberapa bulan terakhir.

trump

Cuitan pertama Trump bagikan pada tanggal 20 April yang lalu , secara tak langsung menampilkan kekesalannya terhadap OPEC mengenai tingginya harga minyak. Trump pun menuliskan bahwa kenaikan harga minyak tak seirama dengan jumlah minyak yang ada di berbagai tempat namun harga tetap tinggi. Sedangkan tweet kedua Twitter.com/status-Trump-kedua Trump bagikan pada tanggal 13 Juni 2018, sejalan dengan pendapatnya pada pesan status yang ia bagikan pada bulan April yang lalu.

Trump terlihat  kesal dengan sangat tingginya harga minyak yang dapat membuat konsumen Amerika Serikat berteriak dan perekonomian negaranya. Sebelumnya, harga minyak terus naik bahkan berada di angka tertinggi sejak 2014 dengan rata-rata 2,75 USD dikarenakan konflik di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak inipun bisa jadi diakibatkan oleh hasil ancaman aksi militer Amerika Serikat ke Suriah yang membuat investor takut.

Bersamaan dengan tweet Trump tersebut, OPEC melakukan pertemuan ke 174 mereka pada tanggal 22 Juni 2018 di Vienna, Austria yang langsung dipimpin Menteri Energi dan Industri Uni Emirat Arab, Suhail Mohamed Al Mazrouei selaku ketua organisasi OPEC.

Di sisi lain, Rusia dan Arab Saudi mendukung kebijakan ini namun mendapat tentangan oleh Iran. Alasan dari penolakan Iran adalah pihaknya tidak melihat adanya keuntungan yang didapat untuk Iran karena tidak mampu menggenjot produksi minyak akibat terkena sanksi oleh Amerika Serikat.

Sedangkan Rusia dan Arab Saudi akan diuntungkan dikarenakan Tiongkok dan Amerika Serikat sedang dalam keadaan panas-panasnya. Baru-baru ini Tiongkok menaikkan tarif pajak impor minyak dari Amerika Serikat yang akan membuat konsumen Tiongkok akan mencari penjual lainnya yang lebih murah seperti Arab Saudi dan Rusia. (RR)

Informasi selanjutnya dapat dilihat di oilprice.com/trump-komentar-twitter