Jakarta, Perisai UP — Hari ini (10/6) ditetapkan sebagai Hari Sosial Media Nasional. Perayaan ini baru dicetuskan pada 2015 oleh seorang ahli manajemen dan pemasaran, Handi Irawan. Menurut Kominfo berdasar Siaran Pers No. 53/HM/KOMINFO/02/2018, 143,26 juta populasi penduduk di Indonesia menggunakan media sosial. Artinya 58,68 persen penduduk Indonesia adalah pengguna media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path, Yahoo, YouTube, dan lainnya. Indonesia juga menempati urutan ke-6 dunia sebagai pengguna sosial media terbanyak.

Berdasarkan komposisi usia, angka terbesar pengguna media sosial berumur 19-24 tahun sebesar 49,52 persen. Namun penetrasi terbesar berada direntang umur 13-18 tahun sebanyak 75,50 persen. Selain itu, Kominfo mencatat terdapat 25.179 aduan melewati media sosial mengenai konten negatif yang tersebar di dalamnya.

“Pemerintah juga perlu melakukan tindakan kontrol teknologi terhadap muatan negatif atau terhadap aplikasi itu sendiri, apabila sangat dibutuhkan untuk dilakukan pemutusan akses,” tegas Rudiantara selaku Menteri Kominfo diakses pada okezone.com.

Beberapa waktu lalu pemerintah juga berencana untuk mengawasi akun media sosial mahasiswa dan dosen demi menghindari terjadinya tindak radikalisme yang belakangan marak terjadi di kampus.

“Kami lakukan pendataan. Dosen harus mencatat nomor hp yang dimiliki. Mahasiswa medsosnya dicatat. Tujuannya agar mengetahui lalu lintas komunikasi mereka itu seperti apa dan dengan siapa,” ungkap Nasir di Hotel Fairmont, Jakarta yang diakses di akun campuspedia (4/6).

Kelekatan masyarakat dunia dari segi gaya hidup, informasi, komunikasi, pendidikan maupun sektor lain juga diperlukan adanya pembatasan mengenai konten-konten negatif. Kominfo juga berpendapat diperlukan adanya pembaruan media sosial yang lebih positif dalam menyikapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin maju. (AE)

 

 

Sumber :

techno.okezone.com | campuspedia | kominfo.go.id |hai.grid.id