Perisai UP, Jakarta — Belum genap setengah tahun 2018 ini, negara kita sudah mengalami dua kali kejadian pada industri migas yang sudah merenggut korban jiwa dan berdampak pada lingkungan. 31 Maret 2018 yang lalu terjadi tumpahan minyak di teluk balikpapan dan 25 April yang lalu terjadi kebakaran sumur minyak ilegal di Aceh. Dari dua kecelakaan kerja tersebut, dapat disimpulkan bahwa keselamatan kerja perlu diperhatikan oleh pekerja.

Lalu, apakah keselamatan kerja sudah mulai dihiraukan atau regulasi yang ada tidak mendapat sosialisasi yang baik dan atau pekerja sendiri terlalu menganggap remeh pekerjaan mereka? Siapa yang bisa disalahkan pada kejadian ini? Oleh karena itu, sudah saatnya Pemerintah dan masyarakat berkolaborasi dalam menetapkan regulasi dan mensosialisasikannya dengan baik agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

Hal ini membuat beberapa mahasiswa dari Universitas Pertamina melakukan sebuah invoasi demi membantu mengedukasi masyarakat dengan pengetahuan yang mereka miliki untuk dibagikan ke masyarakat luas. Inovasi tersebut adalah sebuah poster edukasi yang telah dibagikan di media sosial. Ide ini digagas oleh Yasir Fadhillah (Teknik Perminyakan’16), Heri Siregar (Ilmu Komunikasi’16), dan Alfy Ifthikhar (Manajemen’16).

Ketiga mahasiswa tersebut termotivasi untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas terutama masyarakat yang di sekitar lokasi kejadian agar mereka mengetahui bahaya yang ditimbulkan jika kejadian tersebut terjadi kembali. Mereka mengatakan bahwa informasi yang mereka dapatkan telah mereka validasi dan tanyakan kepada dosen dan para senior dibidang minyak dan gas.

Poster yang mereka buat pernah di publish media informasi di instagram oleh @acehmarketer. Postingan tersebut dapat dilihat disini . Poster ketiga mahasiswa Universitas Pertamina tersebut pun menuai pujian dari para dosen sebagai langkah nyata mahasiswa untuk peduli dengan kejadian yang terjadi di sekitarnya.

LINE_P20180609_202825440

Respon positif, terhadap poster ini, juga ditunjukkan dari kalangan masyarakat dengan ratusan like pada postingan tersebut. Harapan dari ketiga mahasiswa tersebut adalah masyarakat mengetahui bagaimana penanganan yang tepat jika terjadi lagi masalah seperti itu dan bisa mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang sama. Mereka juga mengharapkan pemerintah dapat turun tangan dan memberikan jalan keluar yang terbaik bagi masyarakat. Pada poster tersebut mereka menyarankan agar daerah lokasi kejadian menjadi tempat edukasi wisata, seperti di Teksas Wonocolo sehingga bermanfaat bagi banyak orang. (RR&V)