1527941022389

Perisai UP, Jakarta —Pemerintah Israel (01/06) mengumumkan bahwa visa bagi warga negara Indonesia akan ditolak terhitung sejak tanggal 9 Juni 2018 mendatang. Penolakan visa ini disinyalir sebagai reaksi pemerintah Israel terhadap penolakan visa turis warga negara Israel ke Indonesia. Kabar ini menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat Indonesia. Beberapa masyarakat tidak begitu mempermasalahkan kebijakan dari Israel tersebut, tetapi beberapa masyarakat mengekspresikan kekecewaan mereka terhadap pemerintah Indonesia karena dapat mempengaruhi wisatawan Indonesia yang akan melakukan kunjungan religi ke Israel.

Meskipun adanya kebijakan pelarangan wisatawan Indonesia ke Israel, pemerintah Indonesia masih akan bertahan dengan keputusan penolakan visa turis Israel. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, ketika ditemui wartawan Tempo (01/06) setelah upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila kemarin, menyatakan politik luar negeri Indonesia terhadap Israel tidak akan berubah bahkan setelah kebijakan Israel tersebut. Indonesia tetap akan mendukung Palestina untuk memperjuangkan kemerdekaan dan hak-hak mereka.

Dilansir dari BBC, Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia, A.M Fachir, pada hari Kamis (31/05), secara tertulis menyatakan bahwa setiap negara memiliki kebijakan masing-masing terkait pemberian atau penolakan visa. Pemerintah Indonesia memaklumi kebijakan dari Israel ini, seperti kebijakan Indonesia yang menolak visa turis dari warga negara Israel sendiri karena Indonesia dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik yang ditandai oleh tidak adanya kedutaan besar Indonesia di Israel dan begitu juga sebaliknya. (IY/LUK)

Sumber:
tempo.co
bbc.com