Jakarta, Perisai UP — Lain halnya dengan peristiwa di Indonesia yang dihebohkan dengan aksi terorisme, aksi penembakan kepada siswa–siswi di negara adidaya, Amerika Serikat (AS), kembali terjadi pada Jumat pagi, 18 Mei 2018 waktu setempat. Dimitrios Pagourtzis (17), seorang remaja melakukan penembakan di area sekolah Santa Fe High School, tak jauh dari Houston, Texas, AS. Aksi penembakan ini mengakibatkan 10 orang terluka dan 10 orang meninggal dunia.

Aksi penembakan tersebut diduga akibat rasa dendam yang dimilki oleh Dimitrious kepada salah seorang siswa di sekolah itu, sehingga penembak remaja tersebut pun telah mentargetkan siapa saja yang akan ia lukai. Aksi tersebut berhasil membunuh 9 orang siswa dan satu orang guru.
Remaja penembak di salah satu sekolah di area Texas tersebut menggunakan pistol 38 revolver yang dimiliki oleh ayahnya. Awalnya, pada pukul 07.30 waktu setempat ditemukan bahan peledak di area sekolah, kemudian dilanjutkan penembakan pada saat berlangsungnya kelas kesenian di sekolah tersebut.

1526823659945.jpg

Peristiwa tersebut merupakan penembakan di area sekolah ke– 22 yang telah terjadi di Amerika Serikat terhitung sejak awal tahun 2018 ini. Presiden AS, Donald Trump, mengemukakan rasa belasungkawanya terhadap korban melalui pidatonya. “Hal ini telah terjadi terlalu lama di negara kita, telah bertahun–tahun,” ungkap Trump, menjelaskan bahwa kejadian penembakan ini telah menjadi hal yang sering mengancam civitas sekolah di negara Amerika Serikat. (AHP)