a

Jakarta, Perisai UP – Hari ini (22/4) miliaran orang di 190 negara, dari berbagai belahan bumi memperingati Hari Bumi Internasional. Berawal dari isu-isu perusakan lingkungan, Gaylord Nelson seorang aktivis lingkungan menyuarakan kepada dunia untuk menjaga dan memperhatikan keadaan bumi yang semakin tua. Di tahun 1970, tercatat 20 juta orang memeriahkan Fifth Avenue di New York, Amerika Serikat dan sejak saat itu Hari Bumi diperingati sampai sekarang.

Perusakan lingkungan masih terjadi di Bumi. Mulai dari penyempitan lahan hutan sebagai paru-paru dunia, pemanasan global, pelubangan lapisan ozon, pencemaran limbah industri, dan permasalahan lain.

b

Seperti pencemaran laut yang terjadi di Laut Nusa Penida, Bali yang secara gamblang diunggah oleh Rich Horner, penyelam asal Inggris. Dalam video tersebut Horner melakukan aksi menyelam menggunakan action-cam miliknya dan menunjukkan berbagai jenis sampah plastik yang berenang bersama ikan-ikan mengotori keindahan Nusa Penida.

c

Kejadian lain yang cukup viral adalah tumpahnya minyak (Oil Spill) di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Tumpahan minyak tersebut telah mengotori lebih dari 7000 hektar area pantai dan berdampak langsung terhadap ekosistem Mangrove di Kampung Atas Air Margasari. Ekosistem lain juga turut terkena dampak Oil Spill tersebut.

Dari segala peristiwa tersebut, diperlukan aksi nyata masyarakat untuk menggelar kegiatan positif dan penyelamatan lingkungan. “Dengan aksi kecil seperti membawa tempat minum, memakai kendaraan umum, dan aksi sederhana lain akan menyelamatkan bumi ini. Bumi tidak butuh rangkaian kata, namun aksi nyata dari kita,” tegas Merci (Ilmu Kimia 2017) selaku aktivis lingkungan saat menghadiri Water Wise Festival di Senayan. (AE)

Sumber :