Jakarta,PERISAI UP-–- Selama empat bulan terakhir, banyak sekali mahasiswa UP yang berjualan dalam rangka pengumpulan dana untuk kegiatan yang akan mereka buat atau lebih dikenal “danusan”. Mahasiswa begitu inovatif dan kreatif yang ditunjukkan dengan  beragam barang yang dijual, mulai dari makanan ringan, makanan berat, baju, hingga membuka kios di kantin.

Dikutip dari KBBI, wirausaha adalah orang yang pandai mengenali produk baru, menentukan cara produksi, menyusun, memasarkannya serta mengatur permodalan operasinya. Menjadi wirausaha disamping mahasiswa, merupakan langkah yang baik selama kita masih muda. Pertama, kita masih mencari pengalaman dan uang jajan, sehingga pilihan berjualan adalah pilihan yang tepat.

Kedua, mahasiswa yang berjualan berhasil menunjukkan diri bahwa mereka tidak terpaku untuk bekerja di kantor atau dilapangan, namun mereka memilih jalur lain, yakni berwirausaha. Beberapa mahasiswa sudah berani menjadi enterpreneur, empat produk diantaranya D’Traffic Chips, Marenta Cipayung, KostumKuliah, dan ShoeBox’UP.

D’Traffic Chips

Taufan Maulana, owner D’Traffic Chips bersama lima rekannya, menjual keripik singkong dengan variasi rasa yang unik. “menurut kami, semua orang suka nyemil, jadi kita putusin jual keripik” kata mahasiswa Manajemen 2016 ini. Target penjualan mereka di internal kampus UP, karena mereka baru merintis wirausaha ini.

Mengenai ide, muncul ketika enam orang ini sedang nongkrong dan sadar bahwa lapangan pekerjaan semakin sempit dan persaingan semakin ketat sehingga mereka memutuskan untuk mencoba dan tidak rugi karena bisa dijadikan pengalaman bagaimana mengelola brand dan belajar menjadi pengusaha muda.

Ditanya mengenai goals menjadi wirausaha, “menciptakan kesadaran dan memberikan aksi nyata kepada mahasiswa, utamanya manajemen UP agar berani untuk memulai usaha agar memajukan UMKM yang diharapkan oleh prodi, masyarakat, dan negara” tutupnya.

Selanjutnya pemilik Marenta Cipayung, Irvan Fachreza juga menekuni enterpreneur jenis makanan. Marenta adalah produk baru yang inovatif. Seperti namanya, Marenta Cipayung berbasis di Cipayung dan sekitarnya, juga memasar di kalangan Universitas, termasuk UP.

marenta
Marenta Cipayung

Mahasiswa Ilmu Komunikasi 16 ini memutuskan menjual Marenta karena ingin menambah uang jajan dan mengurangi beban orang tua. Dia juga belajar sendiri dan mencari-cari semua hal di internet. “saat melihat teman-teman saya sudah sukses dan ingin menghasilkan keuntungan yang banyak” ungkap Irvan saat ditanya kapan sadar untuk segera berwirausaha dan tujuan berwirausaha ini.

Berwirausaha tidak hanya di bagian makanan saja. Hal ini dibuktikan oleh Aries Dwi Prasetiyo, mahasiswa Ilmu Komputer 16 (bersama rekan),  dan Ignatius Wahyu Aji, Teknik Perminyakan 16 (bersama rekan). Aries menjual baju khusus untuk mahasiswa dan Ignatius bergerak di bidang pelayanan sepatu.

Aries memilih jalur ini merupakan salah satu impian yang ingin dia capai, dan dia ditemukan dengan teman-teman yang memiliki visi yang sama, sehingga diputuskan membuat usaha baju KostumKuliah. Aries belajar usaha sejak sd. “sejak SD, saya sudah suka jualan. Dulu, saya menjual kartu, kelereng dll yang saya menangkan melawan teman, dan uangnya saya tabung untuk jajan hehe” imbuhnya.

KostumKuliah
KostumKuliah

KostumKuliah  menargetkan pasar mahasiswa Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri. Mengenai target yang ingin dicapai Aries menuturkan dia dan rekan ingin membawa KostumKuliah menjadi brand paling dikenal dan influensial dalam mengawali tren global muda-mudi Indonesia.

Keempat, ShoeBox’UP. Ignatius menyukai bidang sepatu sejak SMA, dan ingin mencoba membuat shoes care house di UP (dan sudah terealisasikan). Faktor yang menyadari IG, panggilannya, sekaligus menarik minat enterpreneur nya adalah “sukses itu harus sedini mungkin, jangan menunggu kerja nanti, karena itu tidak menjamin. Mumpung masih muda, ayo ramai-rami menjadi enterpreneur”.

shoe
ShoeBox

Target utama ShoeBox’UP adalah seluruh warga Universitas Pertamina dan sekitarnya terkait masalah sepatu kesayangannya. Tujuan yang ingin dicapai Shoebox’UP adalah dapat semakin maju dan berkembang, dan semua warga UP menjadi sadar akan pentingnya merawat sepatu kesayangannya.

Faktor yang tidak kalah penting dari keempat wirausahawan diatas adalah restu dan doa orang tua mereka juga mendukung keinginan untuk berwirausaha, dan selalu mendoakan yang terbaik untuk anaknya dalam menjalankan bisnis disamping menjadi mahasiswa. (LW)