International Women’s Day (IWD), diselenggarakan setiap tanggal 8 Maret. Perayaan ini pertama kali di rayakan pada tanggal 28 Februari 1909 di New York. Pada tanggal 8 Maret 1917 terjadi demonstrasi di Petrogard oleh kaum perempuan sehingga menyebabkan Revolusi Rusia. Pada akhirnya pada tanggal 8 Maret 1917, IWD dijadikan hari libur nasional di Soviet Rusia dan di rayakan oleh negara komunis dan sosialis.

IWD pertama kali diresmikan oleh PBB untuk memperjuangkan hak perempuan dan menjaga kedamaian dunia tahun 1977. Perayaan ini dilakukan untuk merayakan prestasi perempuan dibidang sosial, budaya, ekonomi dan politik. Perayaan tersebut juga sebagai lambang kesetaraan gender. Perayaan IWD pertama didukung oleh lebih dari satu juta orang di Austria, Denmark, Jerman dan Swiss.

Pada tahun 2017, setidaknya ada sekitar 290.000 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan. 193 perempuan tersebut dibunuh dan 95 persennya dibunuh oleh laki-laki. Terdapat 8 tuntutan yang dilayangkan pada aksi tersebut, antara lain:

  1. Penghapusan UU diskriminatif
  2. Tuntutan untuk mengesahkan segala kebijakan dan hukum tentang melindungi perempuan, anak, masyarakat adat, kelompok difabel, kelompok minoritas gender dan seksual dari diskriminasi dan kekerasan berbasis gender
  3. Tuntutan untuk menjamin dan menyediakan akses keadilan dan pemulihan korban kekerasan
  4. Menghentikan intervensi negara terhadap tubuh dan seksualitas warga negara
  5. Tuntutan penghapusan stigma dna diskriminasi gender, seksualitas serta status kesehatan
  6. Tuntutan menghapus praktik dan budaya kekerasan berbasis gender.
  7. Mengajak masyarakat untuk tidak melakukan kekerasan
  8. Tuntutan untuk menyelesaikan akar kekerasan berbasis gender

Aksi Women’s March 2018 di Jakarta dihadiri sekitar 1500-an orang di kawasan MH. Thamrin, Jakarta. Aksi tersebut menyoroti kekarasan terhadap LGBT, perlindungan atas pekerja rumah tangga dan buruh migran, kekerasan anak, kekerasan dalam pacaran dan perlindungan terhadap pekerja seks. Aksi tersebut juga mendorong untuk disahkannya RUU Pengahapusan Kekerasan Seksual, RUU Pekerja Rumah Tangga, serta mengkritik Rancangan KUHP yang dinilai bermasalah dengen perluasan pasal tentang Zina dan larangan didistribusikannya alat kontrasepsi serta pendidikan kesehatan reproduksi.

Sumber Berita:
http://www.internationalwomensday.com
http://www.wikipedia.com
https://news.idntimes.com/indonesia/margith-juita-damanik/8-tuntutan-perempuan-indonesia-dalam-womens-march-jakarta-1
http://www.bbc.com/indonesia/trensosial-43237965