Jakarta, Perisai UP – Dilansir dalam website resmi CNN Indonesia (19/02), salah satu anggota komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), Saryono Hadiwidjoyo menjelaskan kekhawatirannya pada Indonesia yang saat ini tidak memiliki cadangan Bahan Bakar Minyak yang mencukupi. Saryono pun menjelaskan bahwa cadangan minyak saat ini merupakan cadangan operasional dari PT Pertamina (Persero).

Penjelasan Saryono pun didukung oleh pernyataan para anggota komite yang saat itu berkunjung ke kantor Ketua MPR, Zulkifli Hasan (19/02). Indonesia merupakan salah satu negara importir BBM sehingga kondisi cadangan minyak Indonesia saat ini akan berimpas pada kenaikan jumlah import minyak jika pasokan minyak yang ada tak dapat mencukupi kebutuhan BBM masyarakat Indonesia.

Saryono menjelaskan bahwa cadangan operasional minyak yang dimiliki   PT Pertamina tersebut berkisar sekitar 20 – 23 hari saja. Sedangkan idealnya menurut Internasional Energy Agency (IEA) bahwa setidaknya sutu negara mempunyai stok cadangan minyak bersih untuk 90 hari.

Dari data tersebut, jika dibandingkan maka keadaan cadangan BBM di Indonesia sangatlah beresiko akan adanya kelangkaan BBM (scarcity). Selanjutnya dilansir dalam laman website resmi PT Pertamina, bahwa pihaknya melakukan pembelian minyak mentah (crude oil) di bulan Maret 2018 dengan volume total sebesar 2,250 MB. Pemerintah berharap agar pasokan minyak tersebut tetap aman dan dapat terdistribusi ke Indonesia dengan aman sehingga keadaan tipisnya cadangan BBM saat ini dapat teratasi dan menghambat permasalahan lain di kemudian hari. (AHP)

 

Sumber:

https://www.iea.org/publications/freepublications/…/WEO2015_SouthEastAsia.pdf

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20180219140521-85-277161/temui-ketua-mpr-bph-migas-sebut-cadangan-bbm-riskan

http://www.pertamina.com/id/news-room/crude-and-products-procurement/pengumuman-pembelian-minyak-mentah-di-bulan-maret-2018-(1)