Sempurna Hilang

Karya : Ade Eno

 

Sampang masaku telah berhenti

 

Di bawah naungan awan, tersingkap jernih

Seonggok relung batin yang kian memipih

Pusaka darmanya, pelan angguk merintih

Sampang waktuku di ujung tubir

Pagi dengan lantang menggertak

Rajutlah, sebelum merebak

Hentaklah, seperti saat bumi pertama kali dipijak

Diamlah, tanpa perlu tersinggung galak

Terpaan demi terpaan ombak,

Parah dan semakin parah mengguncang tabir ikan-ikan di tambak

Namun itu hanya sekelumit fonem di lapak

Sampang masaku telah usai

Terlambat kata biyung,

 Tombol kehidupan telah terpasung

Menjerit pilu, mendesir dalam lamunan yang terhuyung

Simfoni demi simfoni beriringan memaku derita

Pujangga hanya pujangga yang memilin cerita

Keadaan tak akan dapat diubah wahai saudara

Manakala mengorek-ngorek sabana,

Atau bahkan memutar tujuh kali Arktika-Antartika