PERISAI UP, Jakarta(31/8/17) – Persoalan fasilitas nampaknya merupakan hal yang sering dikeluhkan oleh mahasiswa. Pasalnya, sebagian mahasiswa masih merasa belum puas terhadap fasilitas yang ada di Universitas Pertamina. Hal ini dikatakan oleh salah satu mahasiswa Prodi Teknik Geologi, Elvin Sujatmiko. Ia mengatakan bahwa salah satu fasilitas yang masih menjadi keluhan mahasiswa adalah lift. Lift merupakan salah satu akses yang memudahkan mahasiswa untuk mobilisasi kegiatan perkuliahan yang berada di lantai satu hingga lantai sembilan. Ada dua lift yang tersedia, namun hanya satu yang dapat berfungsi dengan baik. Lift tersebut digunakan oleh lebih dari dua ribu mahasiswa beserta civitas akademika yang ada di Universitas Pertamina. Hal yang sama juga dikatakan oleh mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi, Alexandra Ferina, “Iya, cukup terganggu sih, karena jumlah mahasiswanya semakin banyak, sebelum lift yang satunya rusak pun sebenarnya juga udah rebutan. Apalagi sekarang yang sudah dua angkatan dan lift yang berfungsi hanya satu”, tuturnya.

Setelah mencari informasi melalui teknisi yang mengurusi perawatan lift, yaitu Ahmad menjelaskan bahwa tidak berfungsinya lift disebabkan oleh kelebihan kapasitas muatan atau overload yang tetap dipaksakan sehingga ada bagian dari mesin lift yang sering rusak. Beliau juga mengatakan bahwa overload menyebabkan beberapa komponen tidak kuat dan lift akan berhenti secara otomatis. Selain itu, perilaku mahasiswa yang sering lompat – lompat di dalam lift juga menjadi salah satu penyebab lift sering macet dan tidak dapat beroperasi.

“Beberapa waktu lalu, lift telah diperbaiki dengan memasang rem pintu di setiap lantai. Rem magnet ini berfungsi menahan mesin saat lift sampai pada lantai yang dituju, sehingga dapat mencegah lift jatuh langsung ke lantai satu saat mengalami macet di tengah – tengah lantai”, kata Ahmad. Akan tetapi, sampai saat ini lift belum juga bisa beroperasi. Menurut keterangan dari pihak kampus, yang disampaikan oleh Erwin selaku Direktur Sarana Prasarana dan Sistem Informasi, saat Forum Diskusi bersama Pimpinan, Dosen, dan Mahasiswa menjelaskan bahwa pihak kampus telah meminta Pertamina Foundation untuk mengganti lift yang rusak. Mengingat lift merupakan aset yang dimiliki oleh Pertamina Foundation, sehingga penanganannya pun menjadi tanggung jawab Pertamina Foundation. “Pembangunan lift akan dimulai pada September mendatang, namun masih terkendala oleh beban bangunan, sehingga butuh waktu yang tidak sebentar untuk memperbaikinya, yaitu sekitar tiga bulan”, ucapnya.

Oleh karena itu, sambil menunggu pembangunan lift hingga selesai, Alexandra Ferina memiliki saran untuk dapat meringankan persoalan tersebut. Ia mengatakan bahwa sebagai mahasiswa yang dijuluki “agent of change” alangkah lebih baik apabila tidak terus menerus mengeluh terhadap kondisi yang ada, melainkan ikut memberikan saran yang baik. “Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan memprioritaskan mahasiswa yang memiliki kegiatan perkuliahan di lantai lima hingga sembilan untuk menggunakan lift terlebih dahulu saat jam – jam kritis, yaitu jam 06.30 hingga 08.00 dan jam 12.00 hingga 13.00. Dengan demikian, antrian lift pun menjadi tidak terlalu panjang dan mahasiswa dapat belajar dengan tertib dan nyaman”, tutupnya.

© PERISAI 2017